![]() |
| OJK Cirebon memberikan edukasi literasi keuangan kepada sekitar 700 PPPK Kota Cirebon melalui program KELINGAN./ist |
CIREBON - Sekitar 700 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Cirebon mendapat edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan risiko layanan keuangan digital melalui program KELINGAN (Kelas Literasi Keuangan) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon.
Edukasi yang berlangsung secara hybrid tersebut menekankan pentingnya kemampuan mengatur penghasilan secara terencana, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko yang muncul seiring semakin mudahnya akses layanan keuangan berbasis digital.
Plh. Kepala OJK Cirebon, Tesar Pratama, mengatakan literasi keuangan tidak sebatas kemampuan menabung atau mengenali berbagai produk jasa keuangan. Pemahaman tersebut juga mencakup kemampuan merencanakan keuangan, mengelola penghasilan, serta mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum mengambil keputusan finansial.
“Penghasilan yang diterima secara rutin perlu dikelola dengan perencanaan yang baik agar tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat mendukung tujuan keuangan dan memberikan perlindungan bagi diri sendiri maupun keluarga,” ujar Tesar.
Menurut Tesar, perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah mengakses produk dan layanan keuangan. Kemudahan tersebut perlu diimbangi sikap kritis agar masyarakat tidak mengambil keputusan hanya karena tergiur tawaran yang terlihat menguntungkan.
OJK Cirebon mengingatkan sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, di antaranya pinjaman online ilegal, judi online, investasi ilegal, hingga penipuan digital.
Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap tawaran keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Legalitas penyedia jasa keuangan perlu dipastikan sebelum masyarakat menggunakan produk yang ditawarkan, disertai pemahaman mengenai manfaat, kewajiban, serta risikonya.
Dalam KELINGAN, para PPPK mendapat materi mengenai sejumlah aspek pengelolaan keuangan pribadi. Materi tersebut meliputi penyusunan skala prioritas, pengendalian pengeluaran, pembangunan dana darurat, pengelolaan utang, serta perencanaan tujuan keuangan.
Peserta juga dibekali pemahaman untuk mengenali karakteristik dan risiko produk jasa keuangan. Aspek perlindungan data pribadi turut menjadi perhatian agar masyarakat tidak sembarangan memberikan informasi pribadi maupun data perbankan kepada pihak yang tidak dapat dipercaya.
Sekretaris BKPSDM Kota Cirebon, Eriza mengapresiasi edukasi yang diberikan OJK Cirebon kepada para PPPK. Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan penghasilan secara terencana dapat mendukung kesejahteraan aparatur sekaligus keluarga.
Eriza berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada peserta. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan turut dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
KELINGAN menjadi salah satu sarana edukasi OJK Cirebon untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan jasa keuangan. Pendekatan yang diberikan tidak hanya mendorong masyarakat mengenali produk keuangan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan, serta profil risiko sebelum menggunakannya.
Edukasi tersebut juga berkaitan dengan upaya memperkuat pelindungan konsumen. Masyarakat didorong lebih kritis terhadap informasi yang diterima, memastikan legalitas penyedia jasa keuangan, serta menjaga kerahasiaan data pribadi dan informasi perbankan.
OJK Cirebon mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip “Kenali, Pahami, dan Pilih” sebelum menggunakan produk maupun layanan jasa keuangan.*
