Community Link Musim 4 CIMB Niaga Bantu UMKM Perempuan dan Disabilitas Kembangkan Usaha

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei (dua kanan) bersama Community Development Head CIMB Niaga Astrid Candrasari (kanan) menyerahkan secara simbolik bantuan pembiayaan tanpa bunga kepada perwakilan UMKM penerima manfaat program Program Community Link #JadiBerkelanjutan Musim 4 (2025-2026) di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 27 Juni 2026./Ist

CN - PT Bank CIMB Niaga berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia Timur. Melalui Program Community Link #JadiBerkelanjutan Musim 4, perusahaan melanjutkan upaya pemberdayaan ekonomi dengan menghadirkan pelatihan, pendampingan, hingga akses pembiayaan bagi pelaku usaha, terutama perempuan dan teman disabilitas yang selama ini masih menghadapi keterbatasan memperoleh layanan perbankan.

Komitmen tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Graduation Program Community Link #JadiBerkelanjutan Musim 4 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu, 27 Juni 2026.

Kegiatan itu menjadi penutup rangkaian pelatihan sekaligus momentum penyerahan dukungan pembiayaan kepada sejumlah UMKM yang lolos proses seleksi.

Program Community Link merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) CIMB Niaga yang berfokus pada empat bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, serta iklim dan lingkungan. Pada musim keempat ini, perhatian perusahaan tetap diarahkan pada penguatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei menjelaskan, program tersebut merupakan implementasi dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemajuan masyarakat melalui semangat Advancing Customers & Society.

Menurut Fransiska, para peserta tidak hanya memperoleh tambahan akses pembiayaan, tetapi juga dibekali kemampuan mengelola usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing sehingga bisnis yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Kami berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan serta komunitas di sekitarnya. Pendampingan dan akses pembiayaan yang diberikan menjadi bagian dari upaya kami untuk mendukung pertumbuhan usaha mereka secara berkelanjutan," ujarnya, Sabtu, 27 Juni 2026.

Sejak pertama kali dijalankan pada 2022 bersama mitra pelaksana Berdaya Bareng, Community Link telah menjangkau sejumlah daerah di Indonesia Timur, di antaranya kawasan Mamminasata, Toraja, Manado, Samarinda, Balikpapan, hingga Kupang.

Dalam kurun waktu tersebut, program telah memberikan pelatihan kepada 979 pelaku UMKM, sementara sekitar 150 UMKM memperoleh akses pembiayaan sebagai dukungan untuk memperkuat usahanya.

Memasuki Musim 4 yang dimulai pada 2025, cakupan program diperluas ke sejumlah wilayah baru, yakni Banjarmasin, Pontianak, Kendari, dan Lombok. Dari total 284 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 57 UMKM terpilih menerima pendampingan lanjutan berupa pembiayaan tanpa bunga maupun dukungan nonfinansial. Sebanyak 12 UMKM di antaranya berasal dari Lombok.

Pemilihan Lombok sebagai salah satu lokasi pelaksanaan bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi sumber daya alam yang besar serta peluang pengembangan usaha berbasis ekonomi berkelanjutan. Melalui program ini, CIMB Niaga ingin mendorong pelaku usaha lokal agar mampu mengoptimalkan potensi daerah sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian setempat.

Program Community Link juga menjadi bagian dari kontribusi CIMB Niaga dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat kewirausahaan nasional.

Selain prosesi kelulusan peserta, kegiatan di Lombok turut menghadirkan talkshow dan pameran produk UMKM. Agenda tersebut menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produknya, memperluas jaringan bisnis, sekaligus berbagi pengalaman dengan peserta lainnya.

Fransiska berharap sinergi antara CIMB Niaga, Berdaya Bareng, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar semakin banyak UMKM yang mampu berkembang, berinovasi, dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

"Kolaborasi yang terjalin selama ini diharapkan terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh kesempatan untuk berkembang dan mampu bersaing secara berkelanjutan," katanya.

Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan Penanggung Jawab Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM NTB, Santi Meitasari. Ia menilai pendekatan yang dilakukan CIMB Niaga berbeda karena tidak berhenti pada pelatihan semata.

Menurut Santi, pelaku UMKM memperoleh dukungan yang lebih lengkap melalui pendampingan berkelanjutan hingga akses pembiayaan, sehingga peluang untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar.

"Program seperti ini sangat membantu karena pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga pendampingan dan dukungan modal. Dengan ekosistem yang lengkap, pelaku usaha tinggal memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan bisnisnya," ungkapnya.*(Jrt)