Cirebon Power serahkan bantuan cold storage untuk nelayan di Desa Citemu, Kecamatan Mundu |
CN – Cirebon Power berikan
bantuan ruang penyimpanan berpendingin atau cold storage bertenaga surya ke nelayan
di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.
Direktur Utama Cirebon Power,
Hisahiro Takeuchi, mengatakan bantuan tersebut merupakan inisiasi Tokyo
Metropolitan Government yang disalurkan melalui program tanggung jawab sosial
perusahaan (CSR) Cirebon Power.
"Fasilitas ini diharapkan
dapat meningkatkan ekonomi nelayan. Manfaat yang paling terasa adalah
pengurangan biaya operasional sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan,"
tutur Takeuchi saat peresmian fasilitas di Desa Citemu, Rabu 22 Juli 2026.
Dengan adanya bantuan senilai
lebih kurang Rp2 miliar ini memungkinkan nelayan mengurangi biaya operasional
melaut sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan tetap segar.
Cold storage dengan ukuran
kontainer 20 kaki itu menggunakan 30 panel surya sebagai sumber energi utama.
Listrik yang dihasilkan disimpan dalam baterai sehingga sistem dapat beroperasi
secara off grid tanpa bergantung pada jaringan listrik maupun genset.
Cold storage ini, nantinya bukan
berfungsi sebagai penyimpan hasil tangkapan secara langsung, melainkan akan
digunakan sebagai tempat penyimpanan sekitar 160 ice pack yang didinginkan
hingga suhu sekitar minus 16 derajat Celsius. Ice pack itu nantinya dibawa
nelayan saat melaut sebagai pengganti es balok.
Sementara itu, perwakilan Go
Power, Tsuzuki Arata, mengatakan proyek tersebut diharapkan menjadi model
pengembangan teknologi energi bersih bagi kampung nelayan di daerah lain.
"Cold storage tenaga surya
ini dirancang untuk membantu nelayan mengurangi biaya operasional sekaligus
meningkatkan kualitas hasil tangkapan sehingga pendapatan mereka juga
meningkat," ujarnya.
Cold storage itu memiliki
kapasitas panel surya 27.500 Wp, didukung baterai berkapasitas 215 kWh, serta
mampu menyimpan lebih dari 160 unit ice pack. Teknologi tersebut menjadi salah
satu upaya pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung sektor perikanan skala
kecil di Indonesia
Ketua Kelompok Nelayan Desa
Citemu, Sutirno, mengatakan penghematan biaya dari penggunaan ice pack akan berdampak
langsung pada pendapatan nelayan. Selama ini, nelayan di Citemu harus membeli
sedikitnya satu balok es setiap kali melaut dengan biaya sekitar Rp40 ribu.
Pengeluaran tersebut menambah biaya operasional yang sudah cukup besar, mulai
dari bahan bakar hingga upah anak buah kapal (ABK).
"Sekarang pendapatan bersih
nelayan sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per hari saat tangkapan bagus.
Dengan adanya ice pack, kami tidak perlu lagi membeli es batu sehingga biaya melaut
bisa berkurang," katanya.
Menurut Sutirno, hasil uji coba
penggunaan ice pack juga menunjukkan kualitas hasil tangkapan lebih baik
dibanding menggunakan es balok. "Ikan, rajungan, dan udang tetap segar
karena tidak terendam air seperti kalau menggunakan es yang mencair. Saat dijual,
pembeli juga melihat kualitasnya lebih bagus," ujarnya.
Selain mengurangi biaya pembelian
es, penggunaan tenaga surya membuat operasional cold storage nyaris tanpa biaya
listrik maupun bahan bakar. Perawatan fasilitas juga relatif sederhana,
terutama membersihkan panel surya secara berkala.
Sementara itu Kepala Desa Citemu,
Herintiano, mengatakan pemerintah desa bersama kelompok nelayan segera
membentuk tim pengelola untukmengatur operasional fasilitas tersebut, termasuk
distribusi ice pack agar dapat dimanfaatkan secara merata. "Kami akan
menyusun mekanisme pembagian dan jadwal penggunaan ice pack agar seluruhnelayan
bisa merasakan manfaatnya," katanya. (Ris)