Petugas pengamanan Kereta Api mengedukasi pengguna jalan di perlintasan |
CN – Selama 24 jam penuh, personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) bersama petugas keamanan terus bersiaga untuk memastikan keamanan perjalanan kereta api maupun keselamatan para pelanggan.
“Keamanan merupakan salah satu
aspek utama dalam pelayanan kepada pelanggan. Karena itu, KAI menempatkan
personel pengamanan di berbagai titik strategis serta melakukan pengawasan
secara berlapis,” tutur Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, Kamis
(23/7).
Petugas pengamanan KAI, lanjut Muhibbuddin,
tidak hanya hadir di stasiun, tetapi juga mengawal perjalanan kereta api,
mengamankan objek vital serta aset
perusahaan, hingga melakukan patroli di jalur rel. Tugasnya selain menjaga
keamanan, juga memberikan pelayanan kepada para pelanggan seperti membantu
penumpang saat menggunakan loket box di stasiun , menunjukkan di jalur berapa
KA berada, membantu membawakan barang penumpang, membantu penumpang yg mempunyai kekurangan
fisik, serta membantu pengkondisian penumpang yang menderita sakit dalam perjalanan KA maupun di Stasiun. “Mereka
bekerja selama 24 jam untuk memastikan pelanggan dapat bepergian dengan aman
dan nyaman," ujar Muhibbuddin.
Di wilayah Daop 3 Cirebon yang
meliputi 30 Stasiun yang berada di daerah Kabupaten Subang, Kabupaten
Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Brebes , pengamanan dilakukan
oleh 105 personel Polsuska dan 166
personel security, yang diperkuat melalui sinergi dengan aparat TNI dan
Polri di seluruh wilayah kerja Daop 3 Cirebon. Kolaborasi tersebut menjadi
bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif, baik di
stasiun maupun sepanjang jalur kereta api.
Personil pengamanan KAI /
Polsuska selain bertugas melakukan pengamanan juga bertugas memberikan
sosialisasi, edukasi kepada warga
masyarakat dan kepada siswa sekolah di
sekolah-sekolah, kampus tentang keselamatan perkeretapian di jalur KA dan di
perlintasan sebidang.
Tim pengamanan Daop 3 Cirebon
selama bulan Januari s.d Juli 2026 telah melakukan kegiatan sosialisasi,
edukasi keselamatan perkeretapian kepada warga masyarakat dan di sekolah-sekolah sebanyak 40 kali dan sosialisasi, edukasi keselamatan
diperlintasan sebidang sebanyak 71 kali.
Untuk mendukung efektivitas
pengamanan, KAI Daop 3 Cirebon menerapkan berbagai langkah preventif dan
pemantauan, di antaranya patroli jalur kereta api menggunakan drone, patroli
rutin pada objek-objek vital, pengamanan di stasiun, pengawalan perjalanan
kereta api, hingga pemantauan melalui jaringan CCTV yang terpasang di berbagai
titik strategis, termasuk stasiun dan objek vital lainnya.
Menurut Muhibbuddin, pemanfaatan
teknologi menjadi salah satu upaya KAI dalam meningkatkan respons terhadap
potensi gangguan keamanan sehingga tindakan dapat dilakukan lebih cepat dan
tepat.
"Kami terus memperkuat
sistem pengamanan melalui kombinasi personel yang profesional, pemanfaatan
teknologi, serta kerja sama dengan aparat kewilayahan. Dengan demikian, seluruh
potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin demi keselamatan perjalanan
kereta api dan kenyamanan pelanggan," tambahnya.
KAI Daop 3 Cirebon juga mengajak
seluruh masyarakat untuk ikut menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan
tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan operasional kereta api,
seperti berada di jalur rel tanpa kepentingan, merusak fasilitas
perkeretaapian, maupun melempar kereta yang sedang melintas.
Partisipasi masyarakat menjadi
bagian penting dalam mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan
nyaman bagi semua.
"Keamanan adalah tanggung
jawab bersama. Dengan sinergi antara petugas, aparat, dan masyarakat, KAI
optimistis dapat terus menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat,
dan memberikan rasa tenang bagi setiap pelanggan." tutup Muhibbuddin.
(Nuh)