Semarak Hari Jadi Cirebon ke 599 dan Porsenitas XIII

 


Upacara dalam rangka Hari Jadi Cirebon ke 599 di alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon


CN --- Menggunakan baju beskap khas Cirebon, Walikota Cirebon, Effendi Edo, bersama sang istri Noviyanti Edo, berjalan dari Alun-alun Kejaksan menuju gedung DPRD Kota. Tak lupa, orang pertama di Kota Cirebon  bersama sang istri memasang senyum sumringah sambil melambaikan tangan mereka ke deretan anak-anak sekolah yang mengibarkan bendera merah putih kecil di sisi kiri dan kanan jalan. Kegembiraan senada pun terlihat dari rombongan aparatur sipil negara di belakang walikota. Tak nampak kelelahan di wajah padahal sebelumnya mereka baru usai mengikuti upacara dalam rangka Hari Jadi Cirebon ke 599 di alun-alun Kejaksan.

Di  gedung DPRD Kota Cirebon pun terlihat sama. Kehadiran jajaran eksekutif disambut penuh kegembiraan dan suka cita dari jajaran legislatif. Terlebih Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, juga terlihat menghadiri Rapat Paripurna di gedung DPRD Kota Cirebon dalam rangka Hari Jadi Cirebon ke 599 tahun 2026, Selasa, 16 Juni 2026. 

Dalam sambutannya Herman mengungkapkan bahwa Hari Jadi Cirebon ke 599 Cirebon merupakan momentum untuk refleksi dan penguatan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah. “Berbagai capaian yang telah diraih Kota Cirebon mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun tantangan pembangunan ke depan juga masih membutuhkan perhatian dan kerja sama seluruh pihak,” tutur Herman.

Herman pun mengungkapkan bahwa pembangunan di Kota Cirebon saat ini berada di jalur positif.  "Saat ini Kota Cirebon berada di jalur yang baik di bawah kepemimpinan Pak Wali Kota. Indeks Pembangunan Manusianya sudah mencapai 78,99, tingkat pengangguran berada di angka 6,41 persen, dan pengendalian inflasi juga berjalan dengan sangat baik," tutur Herman.

Bahkan beberapa waktu lalu Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi kepada Kota Cirebon sebagai salah satu kota dengan kinerja pengendalian inflasi terbaik di Indonesia.

 


Rapat paripurna DPRD Kota Cirebon dalam rangka Hari Jadi Cirebon ke 599

Meski demikian, Herman mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus menjadi fokus bersama, terutama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat. "Prestasi yang diraih pada usia ke-599 tahun ini tentu patut disyukuri. Namun setelah itu, tantangan kita adalah bagaimana bekerja lebih baik lagi ke depan, terutama dalam menekan angka kemiskinan," ungkap Herman.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Cirebon bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk melakukan evaluasi dan refleksi terhadap perjalanan pembangunan daerah. "Hari Jadi Cirebon ke-599 harus menjadi sarana evaluasi dan refleksi atas pengabdian serta karya bakti yang telah kita lakukan untuk masyarakat. Sejarah panjang yang dimiliki Cirebon menuntut kita menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik dan berkualitas," tuturnya.

Edo pun mengungkapkan melalui tema Hari Jadi ke 599 tahun ini "Manunggal Winangun Caruban" harus menjadi energi bersama dalam menggerakkan pembangunan. Menurut Edp kolaborasi tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Melalui tema Manunggal Winangun Caruban, kami menempatkan kolaborasi sebagai mesin utama penggerak pembangunan. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari dampak yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat," jelas Edo.

 

Beragam Kegiatan Digelar di Hari Jadi ke 599

Peringatan Hari Jadi ke-599 Cirebon bukan hanya berlangsung dalam satu atau dua hari, namun terdiri dari rangkaian kegiatan yang memadukan tradisi, budaya, olahraga, sosial, ekonomi kreatif hingga hiburan untuk masyarakat.

Beragam kegiatan tersebut diantaranya shalat Ashar di Masjid Sang Cipta Rasa, Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati dan pembacaan Babad Cirebon di Keraton Kanoman. Sedangkan dari sisi budaya, ada pagelaran wayang kulit hingga Festival Kepatihan. Aksi sosial juga turut menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-599 Cirebon berupa donor darah bersama.

 


Pembacaan Babad Cirebon di Keraton Kanoman

Di luar kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Daerah Kota Cirebon, rangkaian peringatan Hari Jadi ke-599 Cirebon juga turut melibatkan pihak swasta hingga komunitas. Seperti terlihat dalam kegiatan lomba perkutut Indonesia yang digelar pada pecinta burung perkutut atau kung mania.

Selanjutnya di  GCM untuk Kota Cirebon yang menggelar berbagai kegiatan menarik untuk menyemarakan peringatan Hari Jadi ke-599 Cirebon. Ada pula  diskon menarik di pusat perbelanjaan, hotel, cafe, supermarket dan mini market.

Semarak Hari Jadi Cirebon ke 599 juga diramaikan di tingkat kelurahan. Aneka ragam kegiatan digelar untuk menunjukkan kegembiraan warga menyambut Hari Jadi. Beragam kegiatan tersebut diantaranya ziarah ke makam Pangeran Panjunan, pengajian, doa bersama dan kekidungan Babad Cirebon di kantor Kelurahan Lemahwungkuk, gebyar PAUD Kelurahan Kasepuhan hingga kerja bakti massal, lomba kampung bersih lan sehat dan jalan santai Harmoni di kantor Kelurahan Pegambiran.

Untuk memberikan hiburan bagi masyarakat, Pemerintah Daerah Kota Cirebon menggelar Gebyar Konser Hari Jadi Cirebon yang menghadirkan bintang tamu berskala Nasional yakni Bedu, Rudi Nugraha, Sandri Karamoy seta musisi Charlie Van Houten yang sukses menghibur masyarakat. Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Cirebon sendiri masih akan terus berlanjut hingga Agustus mendatang dengan diisi beragam acara menarik.

 

Gelaran Porsenitas XIII KUNCI BERSAMA

Peringatan Hari Jadi ke-599 Cirebon menjadi berbeda bila dibandingkan dengan sebelumnya. Ini dikarenakan peringatan Hari Jadi ke-599 Cirebon dirangkaikan juga dengan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan (PORSENITAS) XIII yang mempertandingkan 14 cabang olahraga dengan 45 nomor pertandingan. Porsenitas diikuti oleh  818 atlet dari daerah anggota KUNCI BERSAMA yakni Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Brebes, Kota Banjar, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Indramayu.


Pembukaan Porsenitas XIII KUNCI Bersama 2026


KUNCI BERSAMA adalah Sekretariat Kerja Sama antar 10 daerah perbatasan yang berlokasi di sepanjang wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sekretariat ini dibentuk untuk memfasilitasi sinergi program, harmonisasi kebijakan, dan pengembangan kawasan perbatasan secara kolektif.

Digagas melalui Kuningan Summit pada Juni 2011 atas inisiatif Bupati Kuningan kala itu, H. Aang Hamid Suganda, saat menemukan kondisi riil di lapangan berupa kesenjangan kualitas sarana pelayanan publik, minimnya program pembangunan yang dialokasikan, dan kondisi geografis yang terisolir di daerah perbatasan.

Sepuluh daerah anggota meliputi: Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Brebes. Bersama-sama, anggota sekretariat mengkoordinasikan program infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kepariwisataan. Pendanaan pelaksanaan Setker bersumber dari Dana Hibah APBD Kabupaten/Kota se-KUNCI BERSAMA.

KUNCI BERSAMA memiliki misi terwujudnya kerja sama percepatan pembangunan kawasan perbatasan Jawa Barat–Jawa Tengah yang produktif, sinergis, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. Sedangkan misi dari berkumpulnya 10 daerah perbatasan ini yaitu membantu mensinergikan dan menserasikan kegiatan pembangunan perbatasan secara bersama-sama, baik di bidang infrastruktur, ekonomi, maupun pelayanan publik; mengurangi kesenjangan pelayanan publik antar daerah; serta memantapkan hubungan keterikatan antar daerah perbatasan.

Selain menggelar pertandingan olahraga, ajang Porsenitas XIII juga menggelar Pameran Produk Unggulan Daerah KUNCI BERSAMA Tahun 2026 sebagai upaya memperkenalkan potensi ekonomi lokal sekaligus menggerakkan sektor UMKM.

Semakin istimewa, kegiatan Porsenitas dan Pamerah Produk Unggulan Daerah KUNCI Bersama juga dirangkaikan dengan kegiatan Kirab Budaya dan Defile diikuti 1.344 peserta yang berasal dari 10 kabupaten/kota hingga Lomba Pentas Seni juga melibatkan perwakilan masing-masing daerah anggota. (Ris/adv)