Viral Warga Disebut Tinggal di Gazebo, Camat Pangenan : Tidak Tepat

 


Forkopimcam Pangenan


CN –  Pemerintah Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, bergerak cepat menindaklanjuti pemberitaan viral terkait seorang warga Desa Beringin, Karniah, 43, yang disebut tinggal di gazebo. Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.

Camat Pangenan, Baihaqi, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung bersama unsur Forkopimcam, Danramil, serta pihak Puskesmas Pangenan untuk memastikan kondisi sebenarnya. “Tadi kita sudah meninjau, sebetulnya tadi sama Pak Danramil, unsur Forkopimcam, dengan Kepala Puskesmas Pangenan. Intinya kita menindaklanjuti berita yang viral kemarin terkait ada salah satu warga yang di Beringin, bernama Ibu Karniah, yang tinggal di gasebo,” ujar Baihaqi,  Kamis, 30 April 2026

Baihaqi menegaskan bahwa informasi mengenai Karniah yang tinggal di gazebo perlu diluruskan. Menurutnya, yang bersangkutan hanya sesekali berada di gazebo, sementara untuk malam hari tetap kembali ke rumah orang tuanya, meski tinggal di bagian teras.

“Jadi perlu kami luruskan bahwa berita tersebut kurang tepat, bahwa yang bersangkutan di gasebo itu hanya menumpang untuk main, tapi kalau malam pulang di rumah orang tuanya, tapi memang tinggalnya di teras,” jelasnya.

Setelah pemberitaan tersebut viral, pemerintah kecamatan langsung melakukan verifikasi dan investigasi bersama berbagai pihak untuk memastikan fakta di lapangan.

“Jadi sebetulnya langkah-langkah kita setelah viral, kita cek, kita verifikasi, kita investigasi bersama Pak Kopiencang dan unsur-unsur lainnya, mengecek kebenaran tersebut. Jadi bisa dipastikan kalau tinggal di gasebo itu tidak benar, dan kita mencari langkah-langkah solusi,” lanjut Baihaqi.

Dari hasil mediasi dengan keluarga, disepakati solusi untuk membantu Karniah mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Ia menyebut, keluarga masih ada dan bersedia terlibat dalam penyelesaian masalah tersebut.

“Alhamdulillah kita sudah menemui keluarganya. Masih ada bapaknya, masih ada saudara-saudaranya, kita mediasi. Alhamdulillah semua ada kesepakatan, dan solusinya bahwa yang bersangkutan insya Allah akan dibuatkan di rumah,” kata Baihaqi.

Ia juga menambahkan bahwa Karniah sebenarnya memiliki aset berupa tanah dan tabungan, sehingga penanganan difokuskan pada pendampingan dan pemanfaatan sumber daya yang ada, termasuk melalui program sosial.

“Jadi memang yang bersangkutan sebetulnya punya tanah dan punya tabungan, jadi dibilang tidak mampu tapi kita juga berusaha dengan tim pendamping PKH juga pendekatan manfaat memang bisa masuk,” ungkap Baihaqi.

Ke depan, pembangunan rumah menjadi solusi jangka pendek yang disepakati bersama keluarga. “Untuk sementara insyaallah kesepakatan keluarga dan sebagainya akan dibangunkan rumah siap kadarnya karena yang bersangkutan sudah punya tanah dan lain-lain,” tambah Baihaqi.

Baihaqi berharap, viralnya kasus ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ya mudah-mudahan setelah viral ini menjadikan koreksi kami juga sebagai pemerintahan. Tetapi tadi sebetulnya tidak seperti yang diberitakan seutuhnya. Tetapi bagaimanapun juga ini menjadi koreksi kami, masukan kami supaya hal-hal demikian ke depan tidak terulang lagi,” pungkasnya. (Din)