Wisatawan tengan mengunjungi wisata Taman Air Goa Sunyaragi |
CN -- Kunjungan
wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kota Cirebon tahun ini alami penurunan
dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menjelaskan bahwa pihaknya menurunkan tim untuk melakukan monitoring terhadap wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata andalan di Kota Cirebon. Masing-masing di Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Keraton Kanoman, Taman Air Goa Sunyaragi (TAGS), Cirebon Waterland dan Wisata Bahari Kejawanan.
Berdasarkan hasil monitoring mulai 24 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 tercatat jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 37.237 orang. “Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan periode Libur Nataru 2024-2025 lalu,” tutur Agus, Rabu, 7 Januari 2026. Sedangkan pada libur Nataru 2024-2025 lalu jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 49.700 wisatawan.
Penurunan jumlah wisatawan terjadi di hampir seluruh destinasi wisata yang ada di Kota Cirebon. “Namun penurunan paling signifikan terjadi pada Wisata Bahari Kejawanan,” tutur Agus. Terhitung mulai 24 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Wisata Bahari Kejawanan (WBK) jumlahnya mencapai 28.221 orang. Jumlah ini mengalami penurunan drastis pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 40.177 orang. “Wisatawan didominasi warga domestik,” tutur Agus. Terutama warga di wilayah Cirebon Raya.
Penurunan ini menurut Agus bukan karena berkurangnya daya tarik objek wisata tersebut, namun dikarenakan cuaca ekstrem yang terjadi selama libur Nataru. “Terjadinya curah hujan tinggi dan banjir di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon menjelang dan selama periode libur Nataru, yang berdampak pada aksesibilitas serta kenyamanan wisatawan,” tutur Agus.
Penurunan jumlah wisatawan ini terjadi pada pada destinasi wisata berbasis alam dan ruang terbuka, khususnya Wisata Bahari Kejawanan, yang memang sangat bergantung pada kondisi cuaca Agus pun mengungkapkan bahwa penurunan kunjungan wisatawan ini akan menjadi bahan evaluasi mereka untuk melakukan penguatan strategi penguatan dan promosi wisata, khususnya saat musim hujan. (Nuh)