| ilustrasi penyakit campak (freepik) |
CN – Status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang
ditetapkan di wilayah Kecamatan Ciwaringin mendorong Puskesmas Ciwaringin
mengambil langkah cepat. Salah satunya dengan menggelar imunisasi serentak bagi
seluruh balita guna memutus rantai penularan.
Kepala Puskesmas Ciwaringin, Didi
Junaedi, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah penetapan KLB oleh dinas
kesehatan. “Saya ke sini itu sebagai salah satu langkah dan anjuran dari dinas
kesehatan. Dengan ditetapkannya salah satu desa KLB, kita harus mencegah dengan
imunisasi massal serentak,” ujarnya. Kamis, 30 April 2026.
Didi menjelaskan, program
imunisasi tersebut rencananya akan dilaksanakan pekan depan melalui kegiatan
Outbreak Response Immunization (ORI). “Pelaksanaannya kemungkinan di minggu
depan, ORI namanya, untuk memutus mata rantai,” tutur Edi. Selain itu pihaknya
juga meningkatkan edukasi dan informasi kesehatan melalui media sosial agar masyarakat
lebih waspada dalam mencegah kasus campak.
Berdasarkan data sementara,
terdapat sembilan kasus suspek campak di wilayah tersebut. Dari jumlah itu,
tiga kasus telah dinyatakan positif, sementara satu kasus negatif dan lima
lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan.
“Dari suspek itu kita sembilan,
yang positif ada tiga. Ada yang negatif, dan lima masih pending, artinya sudah
diperiksa tapi hasilnya belum keluar,” jelas Didi.
Sebagai upaya percepatan
penanganan, pihak puskesmas juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak,
termasuk pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui
masjid dan musala agar informasi menjangkau masyarakat luas.
“Kita sudah bersurat ke
masjid-masjid dan musala untuk diumumkan. Itu sebagai langkah agar cepat
tertangani dan penularannya bisa segera terputus,” ungkap Didi.
Imunisasi serentak nantinya akan
menyasar seluruh balita usia 9 hingga 59 bulan tanpa melihat status imunisasi
sebelumnya. Langkah ini diambil berdasarkan kajian epidemiologi untuk menekan
penyebaran campak.
“Kita akan lakukan imunisasi
campak serentak di satu kecamatan, tanpa melihat status imunisasi, usia 9
sampai 59 bulan,” tegas Didi.
Di Kecamatan Ciwaringin, jumlah
sasaran balita mencapai sekitar 2.400 anak yang tersebar di 52 posyandu.
Pihaknya menargetkan cakupan imunisasi minimal 95 persen agar terbentuk
kekebalan kelompok. “Target kita minimal 95 persen. Kita akan kerahkan semua
kemampuan agar sasaran balita bisa terimunisasi,” kata Didi.
Didi menambahkan, kasus KLB campak ini merupakan yang pertama terjadi di wilayah tersebut pada tahun ini. Ia mengingatkan bahwa campak dapat berbahaya, terutama bagi balita dengan daya tahan tubuh rendah.