![]() |
| Kecelakaan KA di Bekasi Timur berdampak pada operasional kereta di Daop 3 Cirebon, 27 perjalanan dibatalkan dan sejumlah KA mengalami keterlambatan. |
CN - Kecelakaan antara kereta api jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam berdampak luas terhadap operasional perjalanan kereta, termasuk di wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 20.50 WIB tersebut dilaporkan menewaskan 14 orang dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka.
Dampak langsung dari kejadian itu, puluhan perjalanan kereta di wilayah Daop 3 Cirebon terpaksa dibatalkan, sementara sejumlah perjalanan lainnya mengalami keterlambatan.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin menjelaskan, pembatalan perjalanan terjadi sejak malam kejadian hingga keesokan harinya.
“Pada malam kejadian ada 10 kereta yang dibatalkan, kemudian hari ini tanggal 28 April ada 17 kereta lagi yang dibatalkan. Jadi total ada 27 perjalanan kereta yang dibatalkan di wilayah Daop 3 Cirebon,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.
Selain pembatalan, sejumlah perjalanan kereta yang tetap beroperasi juga mengalami keterlambatan akibat dampak dari insiden tersebut.
“Kereta yang masih berjalan mengalami keterlambatan cukup signifikan. Ini merupakan dampak dari kejadian di Bekasi Timur,” katanya.
Ia menambahkan, jalur rel sempat tidak dapat dilalui pascakecelakaan. Namun, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, jalur hilir sudah kembali bisa digunakan meski hanya satu jalur, sehingga antrean perjalanan masih terjadi.
“Sekitar pukul 1 malam, jalur hilir sudah bisa dilalui satu jalur. Namun antrean masih cukup panjang sehingga berdampak pada keterlambatan,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan penanganan di lokasi kejadian, Daop 3 Cirebon turut mengirimkan bantuan berupa satu unit crane beserta sembilan kru, termasuk masinis dan asisten masinis, untuk membantu proses evakuasi dan perbaikan sarana prasarana.
Dari sisi layanan penumpang, pihaknya mencatat adanya pembatalan tiket dan pengalihan perjalanan. Hingga Selasa pagi, sebanyak 105 tiket telah dibatalkan dengan pengembalian dana penuh.
“Selain itu, ada 36 penumpang yang dialihkan perjalanannya. Penumpang KA Gunung Jati tujuan Gambir dialihkan menggunakan KA Dharmawangsa dan Blambangan Ekspres dengan tujuan Pasar Senen,” ungkap Muhibbuddin.
Ia menyebut, jumlah total penumpang terdampak masih dalam proses pendataan.
“Kami masih menghimpun data jumlah penumpang yang terdampak secara keseluruhan, nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” katanya.
KAI Daop 3 Cirebon juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan perjalanan yang terjadi akibat insiden tersebut.
“Kami sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini,” ujar Muhibbuddin.
Dalam insiden tersebut, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara korban luka telah mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit rujukan.
Hingga saat ini, KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan operasional dan memastikan perjalanan kereta api kembali normal.
KAI mengimbau penumpang untuk terus memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan.
“Kami akan terus memberikan informasi terbaru kepada pelanggan dan memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya.*
