![]() |
| Effendi Edo melantik dan mengambil sumpah jabatan 16 kepala sekolah SD dan SMP di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon di Halaman Balai Kota Cirebon, Rabu, 29 April 2026./Ist |
CN - Effendi Edo melantik dan mengambil sumpah jabatan 16 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon di Halaman Balai Kota Cirebon, Rabu, 29 April 2026.
Pelantikan tersebut mencakup kepala sekolah tingkat SD dan SMP, termasuk sejumlah promosi dari jenjang kepala sekolah dasar.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan, pelantikan bukan sekadar pengisian jabatan administratif, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Menurutnya, kepala sekolah memiliki posisi penting dalam menentukan arah dan kualitas generasi masa depan Kota Cirebon.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak terlihat hari ini, tetapi akan menentukan wajah Kota Cirebon dua hingga tiga dekade ke depan. Karena itu kepala sekolah harus hadir sebagai pemimpin visioner, bukan hanya administrator,” ujar Edo.
Ia menilai, sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, melainkan miniatur kehidupan masyarakat yang menanamkan nilai disiplin, integritas, kepemimpinan, dan sikap inklusif kepada peserta didik sejak dini. Karena itu, kepala sekolah dituntut mampu menghadirkan lingkungan belajar yang sehat sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurut Edo, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring percepatan teknologi dan perubahan sosial. Para kepala sekolah diminta mampu beradaptasi dengan transformasi digital, sekaligus memperkuat kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua dalam mendukung kemajuan sekolah.
“Transformasi digital harus dipahami sebagai bagian dari fondasi pembelajaran masa depan. Namun yang paling penting, sekolah harus menjadi tempat yang memanusiakan, tempat anak-anak tumbuh dengan martabat dan rasa aman,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Sekolah, kata dia, harus terbebas dari praktik perundungan, kekerasan, maupun intoleransi agar siswa dapat belajar dengan tenang dan berkembang secara optimal.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Kurikulum dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Cirebon Ade Cahyaningsih menjelaskan, seluruh proses promosi dan rotasi kepala sekolah dilakukan secara objektif melalui sistem merit berbasis digital yang terintegrasi dengan pemerintah pusat.
Menurut Ade, proses seleksi dilakukan melalui tahapan administrasi, penilaian Dewan Pertimbangan, hingga seleksi berbasis sistem melalui Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan (KSPSTKK) yang terhubung dengan Badan Kepegawaian Negara dan dipandu Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
“Seluruh yang dilantik hari ini telah melewati proses panjang dan selektif, mulai dari seleksi administrasi, fit and proper test, hingga sistem merit berbasis digital. Artinya mereka hadir karena kompetensi dan kelayakan. Kami berharap amanah ini dijalankan dengan sungguh-sungguh agar setiap sekolah semakin maju dan memiliki branding yang kuat,” kata Ade.(Jr)
