Sebanyak 926 Lulusan UGJ Diwisuda

 


Wisuda UGJ ke 76, Kamis, 15 Januari 2026 diikuti oleh 926 lulusan

CN – Universitas Gunung Jati (UGJ) menggelar wisuda ke 76 yang diikuti sebanyak 926 lulusan. Terdiri dari 4 orang magister serta 922 sarjana dan program profesi.

"Sejak berdiri pada tahun 1961, jumlah lulusan UGJ sampai dengan wisuda ke 76 ini telah meluluskan sebanyak 52.174 lulusan,” tutur Rektor UGJ, Prof. Dr. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., Kamis, 15 Januari 2026. Setiap tahunnya, lulusan UGJ pun terus bertambah.

Faqih menambahkan dari jumlah lulusan tersebut kini sudah banyak yang diserap oleh dunia kerja, baik di pemerintahan, BUMN, perusahaan swasta nasional mupun internasional dalam dan luar negeri. Bahkan, Faqih juga menyebutkan dari keseluruhan lulusan yang diwisuda kali ini, sudah banyak yang diterima bekerja. "Dari 926 wisudawan ini sudah diterima bekerja sebanyak 276 atau 30 persen," sebutnya.

Ia menjelaskan, banyaknya lulusan UGJ yang telah diserap dunia kerja tak lain berkat desain kurikulum UGJ yang terus disesuaikan mengikuti kebutuhan dunia kerja. Tentunya tak terlepas juga dari peran orang tua, mahasiswa serta industri yang memberikan masukan untuk menjadi dasar pengembangan yang dilakukan UGJ.

"Oleh karena itu, Kami ingin menegaskan kepada orang tua bahwa memilih UGJ bukan hanya memilih tempat belajar tetapi memilih ekosistem yang merespon, mendengarkan atas masa depan putra-putri dari Bapa Ibu sekalian," jelas Faqih.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya kepada semua lulusan yang diwisuda hari ini. "Yayasan berharap, lulusan UGJ tidak hanya adaptif tetapi tangguh dan berdaya saing di tengah perubahan yang cepat dan tidak pasti," pesannya.

Ia juga menyampaikan bahwa Yayasan akan mendukung penuh UGJ untuk terus tumbuh, kuat dan berkelanjutan. "Kami berkomitmen memperkuat sumber daya dosen, mendukung iklim riset dan publikasi serta memastikan kebijakan kelembagaan berpihak pada mutu akademik," pungkasnya. (Ris)