Datangi Buntet Pesantren, Ini Kata Gus Yahya

 



CN – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, masih menunggu jawaban resmi dari Rais Aam PBNU.

“Saya masih menunggu jawaban resmi dari rais aam terkait hasil Musyawarah Kubro di Pesantren Lirboyo,” tutur Gus Yahya, Senin (22/12), usai berkunjung ke Buntet Pesantren. Seperti diketahui forum kiai sepuh telah menggelar musyawarah di Pesantren Lirboyo, Minggu, 21 Desember 2025 dan menghasilkan tiga poin.

Poin pertama, forum kiai sepuh memohon kedua belah pihak untuk melakukan islah secepatnya atau paling lambat tiga hari terhitung sejak Minggu, 21 Desember 2025 pukul 12.00 WIB. Poin kedua, jika tidak ditemukan kesepakatan untuk islah, maka kedua belah pihak menyerahkan mandat kepada mustasyar untuk membentuk panitia muktamar yang netral. Dengan batas waktu paling lama 1 hari ke depan, terhitung sejak batas akhir islah.

Sedangkan poin ketiga yaitu jika opsi satu dan dua tidak terpenuhi, para peserta sepakat untuk mencabut mandat dan mengusulkan peyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB) yang akan dilakukan berdasarkan kesepakatan pengurus wilayah/pengurus cabang (PW/PC) yang hadir.

Dijelaskan Gus Yahya, dirinya telah menjalankan seluruh prosedur komunikasi sebagaimana yang disepakati dalam forum tersebut.

Gus Yahya menjelaskan, hasil Musyawarah Kubro Lirboyo telah diumumkan secara terbuka dan diketahui oleh publik. Setelah pengumuman itu, ia langsung mengambil langkah dengan mengirimkan pesan awal, dilanjutkan dengan surat resmi. “Saya sudah diumumkan ya, hasil dari Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo semua sudah tahu seperti itu. Saya sudah mengirim pesan pertama kemarin, dan pagi tadi saya mengirim surat resmi kepada beliau untuk menghadap. Sekarang saya menunggu jawaban,” kata Gus Yahya.

Ia menambahkan, dalam Musyawarah Kubro tersebut telah ditetapkan batas waktu selama tiga hari untuk menunggu respons. Gus Yahya menyatakan akan menghormati tenggat waktu itu sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Di Lirboyo itu diberi waktu tiga hari. Ya, saya akan tunggu tiga hari. Setelah itu, nanti akan saya laporkan kembali,” ujarnya.

Ketika ditanya soal perkembangan terbaru, Gus Yahya menegaskan hingga saat ini belum ada jawaban resmi yang diterimanya. “Belum ada. Kita masih menunggu. Saya juga belum tahu seperti apa nanti jawabannya,” ungkapnya.

Gus Yahya memastikan, setelah batas waktu tiga hari berakhir, ia akan melaporkan hasilnya kepada jajaran internal NU, termasuk kepada Muhtasyar dan Badan Pengurus Jam’iyyah. “Nanti setelah tiga hari, saya akan lapor lagi kepada Muhtasyar, kepada BPJP. Ini adalah perhatian bersama para kiai, karena mereka melihat ada sesuatu yang dianggap tidak beres,” jelasnya.

Sementara itu, KH. Adib Rofi’udin Izza menyampaikan sikap para kiai yang tetap mengedepankan prinsip kepatuhan dan ketenangan. Ia menegaskan bahwa keputusan Musyawarah Kubro Lirboyo tidak bisa serta-merta diulang atau dibuka kembali, meskipun tetap ada kesepakatan untuk menjaga suasana kondusif.

“Dengan cara sami’na wa atho’na. Apa yang diputuskan di Lirboyo belum bisa dibuat lagi atau diulang. Tapi ada kesepakatan bersama,” ujarnya.

Sejumlah forum dan kelompok kiai, khususnya di wilayah Jawa Barat, juga menyatakan dukungan terhadap upaya para masyayikh dan sesepuh NU untuk menyelesaikan persoalan ini dengan cara yang bijaksana dan bermartabat.

Mereka berharap seluruh pihak dapat menempatkan persoalan secara proporsional, mengedepankan hak dan kewajiban masing-masing, serta menghindari polemik yang dapat merugikan jam’iyyah dan umat.

Hingga saat ini, seluruh pihak masih menunggu keputusan lanjutan. Gus Yahya menegaskan dirinya siap mengikuti proses yang ada dan membuka ruang dialog lanjutan demi menjaga persatuan Nahdlatul Ulama. “Kita tunggu saja keputusan selanjutnya. Semua harus ditempuh dengan tenang dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya. (Ris)