PLTU Cirebon Power |
CN – Perusahaan
Pembangkit Listrik Cirebon Power menggelar Town Hall Meeting 2026 sebagai ajang
refleksi kinerja tahun 2025 sekaligus pemaparan tantangan operasional ke depan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menampilkan berbagai capaian
perusahaan, baik dalam aspek keselamatan kerja, kinerja operasional, hingga
peningkatan produksi listrik pembangkit.
“Town Hall Meeting ini
memaparkan capaian perusahaan, dan juga memberikan apresiasi kepada karyawan
yang telah berkontribusi sepanjang 2025,” tutur Deputy Operation Manager PLTU
Cirebon 2, Farid Hentihu, Rabu, 28 Januari 2026.
Dijelaskan Farid, sejumlah pencapaian telah mereka lakukan
sepanjang 2025. Salah satunya peningkatan produksi listrik pembangkit Cirebon
Power. “Kami menampilkan beberapa
capaian selama 2025, salah satunya adalah jumlah produksi yang telah kita
jalankan. Angkanya cukup luar biasa jika dibandingkan dengan tahun 2024,”
ungkap Farid.
Capaian tersebut
diraih melalui upaya maksimal seluruh tim operasional, meski masih dihadapkan
pada sejumlah tantangan teknis selama tahun berjalan. “Kami berusaha semaksimal
mungkin. Memang masih ada beberapa kendala yang ditemui, seperti trip atau
gangguan tertentu, namun secara keseluruhan kami tetap bisa mencapai salah satu
target utama perusahaan,” katanya.
Target utama yang dimaksud adalah availability factor, yakni
tingkat kesiapan pembangkit dalam memproduksi listrik. “Availability factor
tetap bisa kami capai, dan ini menjadi indikator penting bahwa pembangkit tetap
andal,” ujar Farid.
Pada forum itu Cirebon
Power juga menyoroti komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kesehatan
kerja (K3). Sejumlah program keselamatan yang dijalankan sepanjang 2025
dipaparkan sebagai bagian dari budaya kerja yang terus diperkuat. “Kalau kita
bicara safety, ada beberapa poin penting yang kami sampaikan, seperti
kegiatan-kegiatan di bulan K3, pengumpulan data melalui Safety Operation Card
(SOC), serta kegiatan lain yang mendukung kesehatan karyawan,” ujar Farid.
Selain program keselamatan operasional, perusahaan juga
mendorong gaya hidup sehat di lingkungan kerja melalui berbagai kegiatan
olahraga. “Kami juga menjalankan aktivitas yang mendukung kesehatan karyawan,
seperti lari, olahraga bersama, dan kegiatan fisik lainnya,” tambah Farid.
Target dan Tantangan
2026
Memasuki tahun 2026, Farid menyebut perusahaan akan
menghadapi tantangan untuk meningkatkan performa pembangkit agar lebih efisien.
Untuk 2026 ke depan, tantangannya cukup besar bagi kita semua. Selain
mempertahankan availability factor dan produksi listrik, kami juga menghadapi
tantangan performa pembangkit,” jelasnya.
Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian adalah heat
rate, yaitu indikator efisiensi pembangkit dalam mengubah energi bahan bakar
menjadi energi listrik. “Heat rate ini adalah salah satu komponen utama yang
harus menjadi pertimbangan bagi seluruh karyawan, karena pembangkit kita harus
bisa berjalan secara efektif dan efisien,” tegas Farid.
Melalui Town Hall Meeting 2026 ini, Cirebon Power menegaskan
komitmennya untuk terus meningkatkan keandalan, keselamatan, dan efisiensi
pembangkit, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mendukung pasokan
listrik nasional. “Kami ingin memastikan pembangkit Cirebon Power selalu siap,
andal, dan memberikan kontribusi maksimal bagi PLN dan masyarakat,” tutur Farid.
(Ris)