Belajar dari Bali, Dewan Pakar Pertanian Cirebon Teliti Padi Lokal untuk Dongkrak Produktivitas Petani

 


CN – Petani di Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Penelitian keluar daerah pun akan dilakukan.

Ketua Dewan Pakar Pertanian Kabupaten Cirebon, Usman Efendi menjelaskan mereka terus berupaya untuk  mencari varietas padi unggul dan  meningkatkan produktivitas pertanian. “Untuk itu kami telah melakukan penelitian ke Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Penelitian di Bali tersebut untuk mempelajari potensi pengembangan bibit padi yang dinilai cocok diterapkan di daerah tersebut,” tutur Usman, Rabu, 17 Juni 2026.

Dalam kunjungan yang berlangsung 9 hingga 13 Juni 2026 tersebut Usman meninjau sejumlah lahan pertanian dan berdialog dengan petani setempat. Perhatiannya tertuju pada varietas padi lokal bernama Cigelis yang dinilai memiliki pertumbuhan cukup baik meski belum mendapatkan perlakuan pemupukan maupun penyemprotan.

"Kami sedang melakukan penelitian untuk mencari bibit padi unggul. Di lokasi tersebut kami melihat varietas Cigelis yang merupakan bibit lokal. Tanaman berumur sekitar 23 hari ini terlihat sehat meskipun belum dipupuk sama sekali," ujar Usman saat ditemui di kediamannya di Susukan, Kabupaten Cirebon.

Temuan tersebut menjadi salah satu bahan kajian bagi Dewan Pakar Pertanian Kabupaten Cirebon untuk mencari alternatif varietas padi yang mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi petani.

Selain meneliti varietas padi, Usman juga mempelajari sistem pertanian yang diterapkan di Bali. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian di Pulau Dewata tidak lepas dari keberadaan sistem irigasi tradisional Subak yang mampu menjaga kualitas dan ketersediaan air secara berkelanjutan.

Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yang lebih optimal dan mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan bahan kimia.

Dari hasil diskusi dengan petani setempat, Usman memperoleh informasi bahwa produktivitas padi varietas Cigelis tergolong cukup baik. Dalam satu musim tanam, hasil panen disebut mampu mencapai sekitar 8 hingga 9 kuintal pada areal tertentu, bergantung pada kondisi lahan dan perawatan tanaman.

Lebih jauh, ia menilai keberhasilan pertanian di Bali juga didukung oleh kuatnya kolaborasi antara petani dan pemerintah daerah melalui dinas pertanian.

"Petani di Bali relatif jarang mengalami gagal panen. Selain kualitas air yang bagus, koordinasi antara petani dan dinas pertanian berjalan baik. Pendampingan kepada petani dilakukan secara berkelanjutan sehingga hasil pertanian dapat lebih optimal," katanya.

Hasil penelitian tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan kajian bagi Dewan Pakar Pertanian Kabupaten Cirebon dalam merumuskan strategi peningkatan produktivitas pertanian. Tidak hanya mencari bibit unggul, kajian itu juga diharapkan dapat menghadirkan pola pendampingan dan pengelolaan pertanian yang lebih efektif bagi petani di Kabupaten Cirebon. (Din)