![]() |
| Aktivitas penumpang di Stasiun Cirebon. Selama Semester I 2026, Daop 3 Cirebon melayani lebih dari 2,13 juta pelanggan atau naik 5,43 persen dibanding periode yang sama tahun lalu./Ist |
CN - Kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus mengalami peningkatan. Selama periode Januari hingga Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat telah melayani 2.138.947 penumpang, meningkat 5,43 persen dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya yang mencapai 2.028.698 pelanggan.
Kenaikan jumlah pengguna tersebut memperlihatkan kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari aktivitas bekerja, pendidikan, bisnis, hingga perjalanan wisata dan mudik.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan tren positif tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kereta api yang terus mengalami pembaruan di berbagai aspek pelayanan.
Menurutnya, KAI akan menjaga kepercayaan tersebut dengan terus meningkatkan kualitas layanan, mulai dari keselamatan operasional, ketepatan waktu perjalanan, kebersihan, keamanan, hingga pengembangan layanan digital yang memudahkan pelanggan.
"Kami berkomitmen terus menghadirkan pelayanan terbaik agar masyarakat mendapatkan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman, aman, dan mudah," ujarnya seperti dikutip CN.com, Jumat, 3 Juli 2026 .
Dari total pelanggan selama semester pertama 2026, sebanyak 1.076.822 orang tercatat berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon, sedangkan 1.062.125 pelanggan merupakan penumpang yang datang.
Lonjakan mobilitas tersebut tidak hanya dipengaruhi aktivitas harian masyarakat, tetapi juga didorong tingginya jumlah perjalanan selama libur nasional, Angkutan Lebaran, masa libur sekolah, serta sejumlah periode liburan lainnya yang berlangsung sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Stasiun Cirebon masih menjadi titik keberangkatan dan kedatangan dengan jumlah pelanggan terbanyak. Selama Januari hingga Juni 2026, stasiun tersebut melayani 889.443 penumpang, terdiri dari 445.231 penumpang berangkat dan 444.212 penumpang datang.
Posisi berikutnya ditempati Stasiun Cirebonprujakan dengan 352.073 pelanggan, disusul Stasiun Jatibarang sebanyak 285.836 pelanggan, Stasiun Brebes 213.840 pelanggan, serta Stasiun Haurgeulis yang melayani 148.020 pelanggan.
Kelima stasiun tersebut menjadi pusat mobilitas masyarakat di wilayah operasional Daop 3 Cirebon karena melayani berbagai tujuan perjalanan antarkota di Pulau Jawa.
Jika dilihat per bulan, jumlah pelanggan menunjukkan pergerakan yang cukup stabil. Pada Januari tercatat 345.586 pelanggan, Februari 286.714 pelanggan, Maret meningkat menjadi 441.734 pelanggan seiring Angkutan Lebaran, April 331.721 pelanggan, Mei 353.101 pelanggan, dan Juni kembali naik menjadi 380.091 pelanggan bertepatan dengan masa libur sekolah.
Muhibbuddin menjelaskan, peningkatan jumlah pelanggan tidak lepas dari transformasi layanan yang terus dilakukan KAI. Perusahaan terus memperkuat digitalisasi melalui aplikasi Access by KAI, meningkatkan fasilitas di stasiun maupun di dalam kereta, serta memperbaiki kualitas pelayanan petugas di lapangan.
Ia menilai berbagai pembenahan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin kompetitif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Kami terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan, baik dari sisi pelayanan maupun sarana dan prasarana, sehingga pelanggan semakin mudah, nyaman, dan aman saat menggunakan kereta api," katanya.
Muhibbuddin juga menyoroti dampak ekonomi yang muncul dari meningkatnya mobilitas penumpang. Ramainya aktivitas di kawasan stasiun ikut menggerakkan berbagai sektor usaha, seperti perdagangan, kuliner, hotel, transportasi lanjutan, pariwisata, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurutnya, konektivitas yang semakin baik melalui layanan kereta api turut mempercepat pergerakan orang dan aktivitas ekonomi antardaerah.
Ia berharap tren peningkatan pengguna kereta api dapat terus berlanjut. Selain memberikan efisiensi perjalanan, penggunaan transportasi massal dinilai mampu mendukung sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah yang dilalui jalur kereta api.* (Jrt)
