Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Iing Daiman (tengah) saat konferensi pers penyelenggaraan Hari Jadi Cirebon ke-599 dan Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan (Porsenitas) XIII |
CN – Manunggal Winangun Caruban
menjadi tema Hari Jadi ke 599 Cirebon. Peringatan hari jadi tahun ini mencerminkan
semangat kebersamaan.
Menginjak usia yang hampir
mencapai enam abad, peringatan Hari Jadi Cirebon tahun ini tidak hanya menjadi
momentum mengenang perjalanan sejarah kota, tetapi juga menjadi ruang untuk
memperkuat persatuan, gotong royong, serta membangun optimisme masyarakat dalam
menghadapi masa depan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota
Cirebon, Iing Daiman, dalam konferensi pers penyelenggaraan Hari Jadi Cirebon
ke-599 dan Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan (Porsenitas) XIII, menyampaikan
bahwa peringatan Hari Jadi Cirebon merupakan refleksi atas perjalanan panjang
sebuah kota yang tumbuh dari keberagaman budaya, nilai-nilai keagamaan, serta
semangat kebersamaan masyarakatnya.
Untuk diketahui, tema Manunggal
Winangun Caruban memiliki makna yang sangat mendalam. Manunggal berarti
bersatu, Winangun berarti membangun, dan Caruban merupakan identitas Cirebon
sebagai kota yang lahir dari perpaduan berbagai budaya.
“Melalui tema ini, kami ingin
mengajak seluruh masyarakat untuk terus berjalan bersama, menjaga persatuan,
dan berkolaborasi membangun Kota Cirebon yang semakin maju tanpa meninggalkan
akar budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu," ujarnya
di hadapan rekan-rekan media, Kamis, 11 Juni 2026.
Iing juga menjelaskan, semangat
tersebut menjadi landasan dalam menyusun berbagai rangkaian kegiatan yang
melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku
seni dan budaya, pelaku usaha, hingga generasi muda.
Peringatan Hari Jadi Cirebon
ke-599 akan diisi dengan beragam kegiatan yang berlangsung sejak Mei hingga
Juli 2026. Rangkaian kegiatan dimulai dengan berbagai program lingkungan hidup
yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup, seperti Lomba Video Aksi Gemas,
Gerakan Mengelola Sampah di Sekolah, penanaman pohon, penanaman mangrove,
pemulihan kualitas air, kegiatan Cirebon Kinclong, kerja bakti Hari Lingkungan
Hidup, lomba kebersihan antar kampung, hingga Eco Campaign Idola.
Semangat Hari Jadi Cirebon ke-599
tidak hanya terasa pada kegiatan yang diselenggarakan di tingkat kota, tetapi
juga tumbuh dan bergerak hingga lingkungan kelurahan melalui keterlibatan aktif
masyarakat. Berbagai agenda seperti kerja bakti massal, jalan santai, jalan
sehat, festival kuliner, pentas seni, sedekah bumi, pagelaran wayang kulit, festival
jaga kali, sholawat bersama, hingga kirab budaya menjadi wujud nyata
partisipasi warga dalam memeriahkan hari jadi.
Keterlibatan tersebut sekaligus
memperkuat kebersamaan, mempererat interaksi sosial, serta menjaga tradisi dan
kearifan lokal yang telah menjadi identitas Kota Cirebon dari generasi ke
generasi.
Sejumlah kegiatan budaya dan
religi juga menjadi bagian penting dalam peringatan tahun ini. Di antaranya
ziarah ke makam tokoh-tokoh bersejarah seperti Sunan Gunung Jati, Pangeran
Panjunan dan Pangeran Pulasaren, Maos Babad Cirebon, Kirab Haul Pedati Gede,
serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang diselenggarakan di kawasan Goa
Sunyaragi dan sejumlah titik bersejarah lainnya.
"Peringatan Hari Jadi
Cirebon bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momentum untuk mensyiarkan
nilai-nilai budaya dan sejarah yang kita miliki, memperkuat rasa memiliki
terhadap kota ini, sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga
harmoni dalam keberagaman," tuturnya.
Rangkaian peringatan Hari Jadi
Cirebon ke-599 diawali pada 15 Juni 2026 dengan Sholat Ashar Berjamaah di
Masjid Agung Sang Cipta Rasa, dilanjutkan ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati
sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh penyebar Islam yang memiliki peran
penting dalam sejarah Cirebon. Pada malam harinya, masyarakat akan disuguhkan
Pagelaran Wayang Kulit di Kelurahan Kejaksan yang menjadi bagian dari tradisi
budaya dalam memaknai perjalanan panjang Kota Cirebon.
Selanjutnya, pada 16 Juni 2026
akan digelar Upacara Hari Jadi Cirebon ke-599 di Alun-Alun Kejaksan yang
diikuti oleh unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen daerah.
Setelah upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Paripurna DPRD
Kota Cirebon.
Tak hanya itu, masyarakat juga
akan disuguhkan berbagai kegiatan ekonomi kreatif dan hiburan yang melibatkan
pelaku UMKM serta sektor pariwisata. Agenda tersebut antara lain Festival
Kelurahan, Cirebon Great Sale, Indonesia Bangga Buatan Cirebon, Festival UMKM
dan Hari Koperasi, Cheng Ho Cup, Cirebon Marching Band Festival, hingga
berbagai pameran dan pertunjukan seni yang diharapkan mampu meningkatkan
perputaran ekonomi lokal.
Gabungkan Hari Jadi dan Porsenitas XIII
Dalam kesempatan yang sama, Kota
Cirebon juga akan menjadi tuan rumah Porsenitas XIII, ajang olahraga dan seni
yang mempertemukan daerah-daerah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Mengusung tema "Harmoni
Caruban Nagari: Menyatukan Batas, Mengukir Prestasi", Porsenitas XIII
diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi antar daerah sekaligus mendorong
pertumbuhan sektor pariwisata dan UMKM.
Sebanyak 10 daerah yang tergabung
dalam Anggota Kunci Bersama akan berpartisipasi dalam ajang ini, yaitu Kota
Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten
Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten
Brebes, dan Kabupaten Cilacap.
Rangkaian Porsenitas XIII akan
berlangsung pada 23 hingga 27 Juni 2026 dengan agenda pembukaan, kirab budaya,
pameran produk unggulan daerah, kompetisi olahraga, pentas seni, gala dinner,
hingga penutupan.
Berbagai cabang olahraga akan
dipertandingkan, mulai dari tenis lapang, tenis meja, bulu tangkis, bola voli
indoor, bola basket, futsal, biliar, padel, hingga lomba lari 10 kilometer.
Selain itu, sejumlah olahraga tradisional seperti jemparingan, sumpitan, dagongan
dan tarumpah juga akan diperlombakan sebagai upaya melestarikan warisan budaya
nusantara.
Iing juga menegaskan bahwa
penyelenggaraan Hari Jadi Cirebon ke-599 dan Porsenitas XIII diharapkan
memberikan dampak positif yang luas, baik dari sisi sosial, budaya maupun
ekonomi.
"Kami ingin seluruh
masyarakat merasakan kebanggaan menjadi bagian dari Kota Cirebon. Melalui
berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, kami berharap
semangat gotong royong semakin kuat, sektor ekonomi bergerak, pariwisata
tumbuh, dan kebersamaan antar daerah semakin erat. Inilah makna sesungguhnya
dari Manunggal Winangun Caruban, bersatu untuk membangun dan memajukan Kota
Cirebon," pungkasnya.(Ris)