Petani tengah melakukan panen (foto ilustrasi) |
CN– Produktivitas padi di Kabupaten Kuningan menjadi salah satu yang tertinggi di
Jawa Barat. Upaya peningkatan produktivitas tanam pun dilakukan.
“Dengan luas baku sawah hanya 26.016 hektare, petani Kuningan mampu mencapai Indeks Pertanaman rata-rata 2,5 kali tanam per tahun,” tutur Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, Sabtu, 22 November 2025. Dijelaskan Wahyu, sejak Januari hingga Oktober 2025, Kabupaten Kuningan mencatat surplus pangan sebesar 80.422 ton. “Dengan tren tanam dan produksi yang stabil, kita optimis pada akhir 2025 surplus dapat mencapai 120.000 ton,” tutur Wahyu.
Berdasarkan data Diskatan, capaian ketahanan pangan Kuningan 2024 mencatat luas tanam 56.929 ha, produksi 352.511 ton, dengan surplus 90.668 ton. Sementara tahun 2025 hingga Oktober, luas tanam mencapai 64.185 ha dengan surplus telah menyentuh angka 80.422 ton. “Data ini menegaskan posisi Kuningan sebagai lumbung pangan strategis Jawa Barat,” tutur Wahyu.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rahmat Yanuar, menyebutkan bantuan alsintan ini merupakan realisasi hasil audiensi Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan Menteri Pertanian RI pada 30 April 2025, yang sebelumnya juga telah diikuti bantuan 1.000 benih padi dan 1.000 benih jagung. “Ini proses panjang yang kami kawal langsung. Alhamdulillah traktor hari ini diterima dan langsung didistribusikan kepada kelompok tani,” tutur Dian.
Selanjutnya Dian pun meminta kepada penerima harus dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat olah tanah, menekan biaya produksi, dan meningkatkan efisiensi kerja petani. Dian juga meminta pengawasan penggunaan alsintan diperketat agar manfaatnya dirasakan seluruh anggota kelompok. (Nuh)