![]() |
| Semarak Hari Batik Nasional, Pertamina Patra Niaga Regional JBB Dukung Batik Binar Lestarikan Batik Complongan Indramayu./ist |
INDRAMAYU - Hari Batik Nasional menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana warisan batik tetap hidup di tengah perubahan selera konsumen. Di Indramayu, upaya itu dilakukan Batik Binar dengan mempertahankan Batik Complongan sebagai kekhasan daerah, sembari menyesuaikan produk agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Batik Binar yang berproduksi di Paoman, Indramayu, didirikan Muchayatun pada 2008 dengan meneruskan usaha batik milik orang tuanya. Sejak awal, usaha tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk melanjutkan tradisi membatik, tetapi juga berkembang menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar.
Saat ini, Batik Binar melibatkan 27 pekerja, terdiri atas 20 perempuan dan tujuh laki-laki. Mereka terlibat dalam berbagai proses produksi batik yang menjadi bagian dari aktivitas usaha tersebut.
Bagi Muchayatun, mempertahankan identitas batik daerah tidak berarti membuat produk berhenti pada bentuk yang sama. Batik Complongan tetap menjadi bagian penting dari produksi Batik Binar, sementara pengembangan desain dilakukan untuk mengikuti perubahan selera konsumen.
Salah satuna melalui batik cap dengan tema ikan dan kehidupan laut. Pilihan tema tersebut tidak lepas dari karakter Indramayu sebagai daerah pesisir yang memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan laut.
Langkah tersebut menjadi cara Batik Binar menjaga hubungan antara identitas lokal dan kebutuhan pasar. Motif dan karakter daerah tetap dibawa, tetapi pengemasannya dapat dikembangkan agar lebih mudah diterima oleh konsumen dengan selera yang terus berubah.
Perjalanan Batik Binar dalam membaca pasar juga tidak lepas dari dukungan Pertamina. Sejak menjadi mitra binaan melalui program kemitraan pada 2008, Muchayatun mendapat kesempatan mengikuti berbagai pameran dan kegiatan yang mempertemukannya dengan pelaku usaha maupun konsumen dari berbagai daerah dan negara.
Pengalaman tersebut membuatnya memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai karakter konsumen. Pengetahuan itu kemudian menjadi pertimbangan dalam mengembangkan produk Batik Binar tanpa meninggalkan ciri khas batik Indramayu.
“Kami bersyukur, karena bersama Pertamina, banyak pengalaman dan bekal pengetahuan yang kami dapatkan, terutama saat mengikuti pameran dan bertemu dengan pelaku usaha maupun konsumen dari berbagai daerah dan negara. Hal tersebut membuat kami lebih memahami selera pasar yang beragam dan menjadi motivasi kami dalam mengembangkan produk Batik Binar,” ujar Muchayatun.
Kesempatan mengikuti pameran juga membawa Batik Binar memperluas pengalaman hingga ke luar negeri. Produk mereka pernah diperkenalkan dalam berbagai kegiatan di antaranya di Belanda dan Irak.
Pada 2024, Batik Binar juga dipercaya membuat batik untuk Presiden Republik Indonesia beserta sejumlah kementerian dalam rangkaian peringatan Hari Batik di Jakarta.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana batik daerah dapat terus dibawa ke ruang yang lebih luas tanpa harus melepaskan akar budayanya. Batik Complongan tetap dipertahankan sebagai salah satu identitas Batik Binar, sementara inovasi dilakukan agar produk dapat menjangkau konsumen dengan kebutuhan yang beragam.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Reno Fri Daryanto, mengatakan Hari Batik Nasional menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk terus menjaga keberadaan batik sebagai bagian dari budaya Indonesia.
“Batik Binar menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat terus berkembang ketika tetap dipertahankan sekaligus disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Pertamina berharap pengalaman dan akses yang diperoleh sebagai mitra binaan dapat membantu Batik Binar memperluas pasar tanpa meninggalkan kekhasan batik Indramayu,” ujar Reno.
Bagi Batik Binar, keberlanjutan batik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan teknik dan motif yang diwariskan. Kemampuan membaca perubahan pasar juga menjadi bagian dari upaya agar batik tetap dikenakan, diproduksi, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari usaha tersebut.
Di tengah peringatan Hari Batik Nasional, perjalanan Batik Binar menunjukkan satu hal, menjaga tradisi tidak selalu berarti menolak perubahan. Batik Complongan dapat tetap menjadi identitas, sementara inovasi menjadi jalan agar warisan batik Indramayu terus menemukan tempat di tengah selera konsumen yang terus berkembang.*
