![]() |
| Jaka Rara Kota Cirebon 2026 mengikuti pembekalan Jaka Rara Financial Academy sebagai bagian dari penguatan peran generasi muda dalam edukasi literasi keuangan masyarakat./ist |
CIREBON - Peran Jaka Rara Kota Cirebon diperluas. Tak hanya menjadi representasi budaya dan pariwisata daerah, para finalis Jaka Rara 2026 dibekali literasi keuangan dan diterjunkan langsung ke masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi keuangan.
Program tersebut dikembangkan melalui Jaka Rara Financial Academy, hasil kolaborasi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon dan Pemerintah Kota Cirebon. Para finalis tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapat pengalaman memberikan edukasi literasi keuangan di kelurahan-kelurahan di Kota Cirebon.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, program tersebut dirancang agar literasi keuangan menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda, bukan sekadar kegiatan edukasi sesaat.
“Kami ingin literasi keuangan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda yang cakap keuangan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui Jaka Rara Financial Academy, para finalis mendapatkan pembekalan sekaligus pengalaman untuk langsung turun ke masyarakat dan memberikan edukasi literasi keuangan di masing-masing kelurahan,” ujar Agus pada keterangan tertulis yang diterima cirebonniaga.com, Senin, 22 September 2026.
Dalam pembekalan tersebut, para finalis mendapatkan materi mengenai literasi dan inklusi keuangan, pelindungan konsumen serta berbagai isu sektor jasa keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Materi tersebut kemudian dipraktikkan melalui kegiatan edukasi di masing-masing kelurahan. Para finalis menyampaikan informasi mengenai perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, pemanfaatan produk serta layanan jasa keuangan secara tepat hingga pentingnya memahami pelindungan konsumen.
Model tersebut membuat Jaka Rara Financial Academy tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi. Para finalis juga memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus melihat kebutuhan edukasi keuangan di tingkat kelurahan.
Agus mengatakan, keterlibatan Jaka Rara menjadi salah satu cara untuk mendekatkan pesan literasi keuangan kepada generasi muda dan masyarakat melalui pendekatan yang lebih komunikatif.
“Ke depan, kami ingin setiap calon Jaka Rara memiliki bekal literasi keuangan yang kuat. Mereka tidak hanya menjadi representasi budaya dan pariwisata Kota Cirebon, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya merencanakan keuangan, mengelola keuangan secara bijak, dan menjaga kesehatan finansial,” katanya.
Pengembangan peran tersebut juga menjadi upaya menggabungkan potensi generasi muda dengan agenda penguatan literasi keuangan. Jaka Rara yang selama ini membawa identitas budaya dan pariwisata Cirebon diarahkan memiliki kompetensi tambahan untuk menyampaikan informasi keuangan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
OJK Cirebon bersama Pemkot Cirebon juga mendorong agar program tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan Jaka Rara 2026. Keduanya mengupayakan adanya landasan dari Pemerintah Kota Cirebon sehingga pembekalan literasi keuangan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan Jaka Rara pada tahun-tahun berikutnya.
Dengan pola tersebut, setiap generasi Jaka Rara diharapkan memperoleh standar pembekalan literasi keuangan sebelum menjalankan perannya sebagai Duta Literasi Keuangan. Setelah pembekalan, mereka dapat terus didorong memberikan edukasi di kelurahan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pencanangan Duta Literasi Keuangan 2026 menjadi bagian dari rangkaian Grand Final Jaka Rara Kota Cirebon Tahun 2026. Dalam kegiatan tersebut, Muftikha dari Kelurahan Sunyaragi dan Ari Putra Hardigaluh dari Kelurahan Pekiringan mendapat apresiasi sebagai Duta Literasi Keuangan Terbaik Jaka Rara 2026.
Apresiasi tersebut diberikan berdasarkan penilaian selama rangkaian program, meliputi pemahaman literasi keuangan, kemampuan komunikasi, keaktifan, kontribusi dalam pelaksanaan edukasi serta frekuensi kegiatan edukasi yang telah dilakukan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Cirebon Noviyanti Edo, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon Agus Sukmanjaya, Ketua Srikandi Indonesia Berkarya Rere serta perwakilan Forkopimda Kota Cirebon.
Melalui pengembangan Jaka Rara Financial Academy, OJK Cirebon dan Pemkot Cirebon mendorong model edukasi keuangan yang memanfaatkan peran generasi muda sebagai penghubung informasi kepada masyarakat.
Program tersebut diarahkan tidak hanya menghasilkan Duta Literasi Keuangan, tetapi juga membangun kecakapan generasi muda dalam mengelola keuangan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan finansial masyarakat di sekitarnya.
Ke depan, Jaka Rara diharapkan dapat menjalankan dua peran sekaligus, yakni menjaga dan memperkenalkan budaya Kota Cirebon serta turut memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat.*
