CN – Pemerintah Kota (Pemkot)
Cirebon terus memperkuat upaya peningkatan kompetensi masyarakat sebagai salah
satu langkah menjawab tantangan ketenagakerjaan.
Peningkatan kompetensi tersebut
dilakukan melalui Pembukaan dan Pembekalan Calon Peserta Pelatihan Vokasi
Nasional Batch 3 serta Pemberian Soft Skill bagi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional
Batch 2 di Mall UMKM, Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti 112 peserta
dan dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Iing Daiman.
Dalam sambutannya, Iing menyampaikan
bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan secara parsial.
Perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut masyarakat untuk terus meningkatkan
keterampilan dan kemampuan yang relevan. "Dulu mungkin kita berpikir,
kalau sudah memiliki ijazah, masa depan dan pekerjaan akan aman. Tapi sekarang
situasinya sudah berubah. Dunia kerja membutuhkan kompetensi yang lebih
spesifik dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujar Iing.
Untuk itu pelatihan vokasi
menjadi salah satu jalan penting untuk mempertemukan kemampuan masyarakat
dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Karena itu, program pelatihan yang
diselenggarakan tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan, tetapi
juga disesuaikan dengan realitas dan peluang ekonomi yang berkembang di
masyarakat.
Lima bidang pelatihan yang dibuka
pada Batch 3, yakni Digital Marketing, Teknisi Telepon Seluler, Pembuatan Roti
dan Kue, Operator Menjahit, serta Peracikan Minuman Kopi, dinilai memiliki
keterkaitan erat dengan kebutuhan dan peluang ekonomi yang ada di Kota Cirebon.
"Kita bisa melihat sendiri,
tempat usaha kopi tumbuh di berbagai sudut kota, hampir semua orang membutuhkan
layanan perbaikan telepon seluler, dan pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan
pemasaran digital untuk bisa bersaing. Karena itu, pelatihan ini bukan pilihan
yang dibuat secara asal-asalan. Ada kebutuhan nyata di balik setiap program
yang dibuka," katanya.
Iing menegaskan, pemerintah ingin
memastikan masyarakat Kota Cirebon tidak hanya menjadi penonton di tengah
pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak. Masyarakat harus memiliki kesempatan
untuk terlibat, mengambil peran, bahkan menjadi pelaku utama.
Ia juga mengingatkan peserta
bahwa keterampilan teknis hanyalah salah satu modal untuk memasuki dunia kerja.
Sikap, karakter, dan kemampuan beradaptasi juga menjadi bagian penting dalam
menentukan keberhasilan seseorang.
"Mengetahui takaran kopi,
mampu menjahit dengan rapi, atau bisa memperbaiki perangkat adalah bekal
penting. Tetapi itu saja tidak cukup. Kejujuran, kedisiplinan, sikap melayani,
kemampuan bekerja sama, dan semangat untuk terus belajar akan menentukan sejauh
mana seseorang mampu bertahan dan berkembang," tuturnya.
Iing berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk menyerap pengetahuan, tetapi juga membangun jaringan dan membuka peluang baru.
"Masa depan ekonomi Kota
Cirebon yang mandiri tidak hanya dibangun dari kebijakan pemerintah. Ia juga
dimulai dari kemauan dan langkah masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan.
Karena itu, mari kita kawal program ini bersama-sama agar manfaatnya benar-benar
sampai kepada masyarakat dan mampu menjawab persoalan ketenagakerjaan,"
ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas
Tenaga Kerja Kota Cirebon, Ma'ruf Nuryasa, menyampaikan bahwa berdasarkan data
yang dimiliki, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Cirebon masih berada
pada angka 6,41 persen. Angka tersebut menunjukkan masih terdapat hampir 12.000
pencari kerja yang membutuhkan akses terhadap pekerjaan yang layak.
"Bagi kami, angka tersebut
bukan sekadar statistik. Di balik angka itu ada ribuan keluarga yang menaruh
harapan agar pemerintah dapat membuka jalan menuju pekerjaan dan kehidupan yang
lebih baik," kata Maruf.
Karena itu, menurutnya, pelatihan
vokasi tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan pelatihan biasa. Program
tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia dan memperkuat perekonomian masyarakat.
Pada Pelatihan Vokasi Nasional
Batch 2, jumlah pendaftar mencapai 291 orang untuk dua program pelatihan, yakni
Digital Marketing dan Teknisi Telepon Seluler. Setelah melalui proses seleksi
dan wawancara, sebanyak 259 peserta dinyatakan siap mengikuti pelatihan.
Sementara itu, antusiasme
masyarakat pada Batch 3 juga terlihat sangat tinggi. Dari lima program
pelatihan yang dibuka, tercatat 708 pendaftar. Setelah melalui proses seleksi
wawancara, sebanyak 376 peserta dinyatakan siap mengikuti pelatihan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak
108 peserta mengikuti pelatihan Peracikan Minuman Kopi, 98 peserta Pembuatan
Roti dan Kue, 77 peserta Digital Marketing, 66 peserta Operator Menjahit, serta
27 peserta Teknisi Telepon Seluler.
"Data ini menunjukkan bahwa
masyarakat Kota Cirebon memiliki semangat belajar yang tinggi. Masyarakat juga
semakin memahami bahwa kompetensi merupakan kunci penting untuk memasuki dunia
kerja," jelasnya.
Ma'ruf menegaskan, keberhasilan
pelatihan tidak cukup diukur dari berapa banyak peserta yang mengikuti
pelatihan atau memperoleh sertifikat. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya
adalah ketika peserta mampu memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatkan
pendapatan, membangun usaha, atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan bagi
orang lain.
"Harapan kami, pelatihan
tidak berhenti di ruang kelas dan sertifikat tidak berhenti menjadi dokumen.
Sertifikat itu harus menjadi tiket menuju masa depan yang lebih baik,"
tegasnya.(Nuh)