Bukan Sekadar Seremoni, Ini Cara Pemkot Cirebon Maknai Hari Kemerdekaan

 



CN – Duduk di ruang berpendingin ruangan nan sejuk, Zardin Harlan,51, warga Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon tersenyum sumringah. “Gimana ga seneng, dari awal masuk sampai  sudah selesai, saya rasakan pelayanannya bagus, ramah-ramah,” tutur Zardin, Senin, 1 September 2026. Petugas, lanjut Zardin, benar-benar memberikan pelayanan yang baik dan semakin tertata. Bahkan  ia juga mengaku benar-benar merasakan budaya 5S yang selama ini digaungkan oleh Pemerinta Kota (Pemkot) Cirebon untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.

Terlepas dari peningkatan pelayanan yang telah diberikan oleh jajaran pemerintahan Kota Cirebon, Zardin memberikan masukan agar pelayanan lebih baik lagi. “Pelayanan di sini sudah bagus. Tapi saya berharap lebih ditingkatkan lagi. Diantaranya dengan melengkapi informasi mengenai persyaratan dan prosedur pelayanan, agar masyarakat tidak perlu bolak-balik karena dokumen yang dibawa belum lengkap,” tutur Zardin. 

Hal senada disampaikan Juhaeriyah ,38, ibu rumah tangga warga Kesenden, Kecamatan Kejaksan. Ia menilai pemanfaatan teknologi mulai membuat informasi dan sejumlah layanan lebih mudah diakses. “Sekarang terasa lebih mudah dan cepat, terutama karena adanya layanan secara online dan informasi yang lebih mudah diperoleh,” ujar Juhaeriyah.




Menurutnya, layanan digital tetap perlu berjalan berdampingan dengan pelayanan tatap muka agar semua masyarakat mendapatkan akses yang sama. “Pelayanan publik yang mudah, cepat, dan adil merupakan salah satu bentuk kemerdekaan bagi masyarakat. Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang baik tanpa dipersulit,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon tidak memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan seremoni belaka. Kemerdekaan diwarnai juga dengan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu lokasi melalui Mal Pelayanan Publik (MPP).

Melalui MPP, kini masyarakat pun kini sudah bisa menikmati pelayanan yang mudah, jelas, adil, serta pembangunan yang mendukung aktivitas sehari-hari. Layanan yang bisa dinikmati diantaranya layanan administrasi kependudukan, kesehatan, layanan perizinan, hingga layanan berbasis digital dan tatap muka.

 

Pembangunan Infrastuktur dan Penataan Lingkungan

Selain pelayanan, pembangunan infrastruktur dan penataan lingkungan juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota yang lebih nyaman bagi warga.

Makna kemerdekaan dirasakan dari pembangunan yang mendukung aktivitas sehari-hari. Widyo Priatno, 47, warga Syekh Magelung, Kelurahan Kejaksan, yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, menilai kondisi jalan menjadi salah satu bentuk pembangunan yang paling mudah dirasakan.“Kalau kami para ojol mah berharap jalan mulus. Karena kalau jalan rusak, kendaraan cepat rusak juga,” ujar Widyo.

 

Ia juga melihat perubahan pada kawasan Sungai Sukalila yang mulai ditata. Menurut Widyo penataan kawasan Sukalila, membuat  kawasan tersebut lebih nyaman. “Serta tidak ruwet lagi dengan parkir sembarangan di sepanjang pinggiran sungai,” katanya.

 


Beragam Penghargaan untuk Pemkot Cirebon

Tak hanya dari masyarakat, bukti nyata kerja keras peningkatan kinerja yang dilakukan Pemkot Cirebon juga mendapat mendapatkan pengakuan berskala regional hingga nasional melalui sederet penghargaan bergensi yang diterima.

Deretan penghargaan yang diterima Pemkot Cirebon atas hasil kerjanya antara lain Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, Total Pencapaian Pelayanan KB Metode Operatif Wanita (MOW) Tahun 2025, Capaian Rumah Data Kependudukan Paripurna lebih dari 100 persen, Pelaksanaan Fasilitasi Siperindu Terbanyak (kategori minimal 4 kali), Terbaik Pertama Kategori Pengendalian Inflasi - Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-10 berturut-turut, Juara II Sayembara Penanganan ODGJ Terbaik - Kategori Dinas Sosial Kabupaten/Kota, Juara Terunik Fashion Show Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026, Juara Umum Porsenitas XIII KUNCI BERSAMA 2026, Koperasi Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat - Anugerah Koperasi Jawa Barat 2026, LPM Award 2026, Kota Cirebon meraih Hasil Penilaian PEKPPP top 10 Nasional, Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman Republik Indonesia Tahun 2025 dan Public Service Award 2026 Jawa Barat.

Bagi Pemkot Cirebon, berbagai penghargaan tersebut bukan sekadar catatan prestasi. Penghargaan menjadi penguat sekaligus pengingat bahwa pelayanan publik, perlindungan kesehatan, pengendalian ekonomi, tata kelola pemerintahan, serta partisipasi masyarakat harus terus diarahkan pada manfaat yang benar-benar dirasakan warga.

Penghargaan juga bukan menjadi tanda bahwa seluruh pekerjaan telah selesai. Pemkot Cirebon menyadari masih terdapat banyak hal yang perlu dibenahi, mulai dari kecepatan pelayanan, kejelasan informasi, pemerataan layanan digital, kualitas pelayanan tatap muka, hingga respons terhadap kebutuhan dan keluhan masyarakat.

Karena itu, semangat kemerdekaan terus dimaknai sebagai ruang untuk bekerja, mendengar, memperbaiki, dan meningkatkan pelayanan. Kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan. Kemerdekaan harus semakin dirasakan dalam kehidupan sehari-hari warga Kota Cirebon. (Inforial)