CN – Wali Kota Cirebon, Effendi
Edo menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi orientasi utama
dalam pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon.
Hal tersebut disampaikan saat
pelantikan dan penandatanganan kontrak kinerja Direktur Utama dan Direktur Umum
Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Senin, 31 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut Edo menyampaikan
apresiasi kepada Panitia Seleksi dan tim penguji yang telah menjalankan proses
seleksi secara objektif, transparan, dan profesional.
Menurut Edo proses seleksi yang
baik merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola Badan Usaha Milik
Daerah (BUMD) yang sehat. Karena itu, jajaran direksi yang baru diharapkan
mampu melanjutkan fondasi tersebut melalui kinerja yang terukur dan berpihak
pada kepentingan masyarakat.
"Pelantikan hari ini bukanlah
garis finis dari sebuah kompetisi jabatan. Ini adalah titik nol. Titik di mana
mulai memikul tanggung jawab untuk membawa perusahaan ini tidak hanya menjadi
entitas yang sehat secara neraca, tetapi juga bermartabat dalam melayani publik
Kota Cirebon," ujarnya.
Posisi Perumda Air Minum Tirta
Giri Nata sangat strategis karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, air tidak semata-mata dapat dilihat sebagai komoditas ekonomi,
tetapi juga bagian penting dari kualitas kehidupan masyarakat."Air bukan
sekadar komoditas ekonomi yang bisa dikonversi menjadi angka-angka di laporan
akhir tahun. Air adalah peradaban. Air adalah kebutuhan paling asasi,"
katanya.
Karena itu, Edo meminta jajaran
direksi baru tidak hanya menjadikan keuntungan perusahaan sebagai ukuran
keberhasilan. Kesehatan keuangan tetap penting, tetapi harus berjalan
beriringan dengan kemanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tiga Poin yang Harus Jadi Perhatian
Selanjutnya Edo menyebut
setidaknya ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian, yakni kualitas dan
kontinuitas air yang diterima masyarakat, jangkauan pelayanan untuk memenuhi
kebutuhan dasar warga, serta kecepatan perusahaan dalam merespons keluhan
pelanggan. "Profit itu penting untuk kesehatan perusahaan, tetapi
kemanfaatan publik harus menjadi tujuan utama," tegasnya.
Kepada Direktur Utama Andri
Satria, Edo meminta agar kepemimpinan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata
diarahkan pada transformasi perusahaan. Direktur Utama diharapkan mampu menjaga
kualitas pelayanan, meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli
Daerah (PAD), sekaligus mempertahankan kondisi keuangan perusahaan tetap sehat.
Sementara kepada Direktur Umum,
Agung Astija, Edo menekankan pentingnya membangun sistem kerja yang kuat,
khususnya dalam administrasi, tata kelola keuangan, sumber daya manusia, serta
dukungan operasional. "Bangun sistem kerja yang tidak bergantung pada
figur, melainkan pada standar, prosedur, target, dan indikator evaluasi yang
terukur," ujarnya.
Edo juga mengingatkan bahwa Direktur Utama dan
Direktur Umum merupakan satu kesatuan dalam menjalankan manajemen perusahaan.
Keduanya harus saling menopang dan membangun kolaborasi agar berbagai target
perusahaan dapat dicapai. "Selamat bekerja. Bekerjalah dengan integritas,
profesionalisme, dan semangat kolaborasi yang kuat. Mari kita buktikan bahwa
BUMD Kota Cirebon mampu menjadi kebanggaan, makin sehat, dan makin berdaya
saing," katanya.
Pekerjaan Rumah yang Harus Diselesaikan
Sementara itu, Direktur Utama
Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Andri Satria, mengakui masih
banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan selama masa kepemimpinannya
bersama Direktur Umum, Agung Astija.
Salah satu persoalan utama yang
menjadi perhatian adalah masih adanya masyarakat Kota Cirebon yang belum
memperoleh akses air bersih secara optimal. Selain itu, belum seluruh pelanggan
mendapatkan layanan air selama 24 jam. "Memang tanggung jawab yang akan
kita hadapi bersama Pak Dirum cukup berat. Masih cukup banyak masyarakat Kota
Cirebon yang belum mendapatkan akses air bersih dan masih cukup banyak yang belum
terlayani selama 24 jam," kata Andri.
Ia menyebut, persoalan kehilangan
air, cakupan pelayanan, dan kontinuitas menjadi tiga hal yang akan menjadi
perhatian utama dalam lima tahun masa kepemimpinannya.
Terkait tingkat kehilangan air
yang masih cukup tinggi, Andri mengatakan pihaknya akan berupaya menekan angka
tersebut. Air yang berhasil diselamatkan dari kehilangan nantinya dapat
dimanfaatkan untuk memperluas cakupan pelayanan kepada masyarakat yang selama
ini belum terlayani. "Menurunkan kehilangan air menjadi salah satu target
kita. Selisih air yang bisa kita dapatkan nantinya bisa kita gunakan untuk
memperluas pelayanan kepada masyarakat yang belum terlayani," ujarnya.
Sebagai langkah awal, Andri
mengatakan jajaran direksi akan melakukan konsolidasi internal selama satu
bulan ke depan. Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk
memetakan kembali berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan, baik dari sisi
pelayanan maupun pengelolaan internal.
"Kita akan melakukan
konsolidasi di internal dan memetakan kembali permasalahan-permasalahan utama.
Kita ingin memastikan semua persoalan bisa kita kumpulkan dan petakan selama
satu bulan ke depan," katanya.
Momentum tersebut juga bertepatan
dengan proses penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) perusahaan untuk
tahun mendatang. "Hasil pemetaan persoalan akan menjadi salah satu dasar
dalam menentukan program dan kegiatan yang akan dijalankan," tuturnya.
(Nuh)