CN – Gelaran Pekan Olahraga,
Seni, dan Pameran Produk Unggulan Daerah (Porsenitas) XIII KUNCI BERSAMA Tahun
2026 resmi ditutup dalam Closing Ceremony yang berlangsung pada Jumat, 26 Juni
2026. Penutupan menjadi akhir dari rangkaian kegiatan yang mempertemukan
kontingen dari 10 daerah dalam semangat sportivitas, seni budaya, promosi
produk unggulan daerah, serta penguatan kerja sama kawasan perbatasan.
Pada penyelenggaraan tahun ini,
Kota Cirebon berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara umum. Kota
Cirebon mengumpulkan 33 medali, terdiri atas 18 medali emas, 7 perak, dan 8
perunggu. Posisi kedua ditempati Kabupaten Majalengka dengan raihan 9 emas, 3
perak dan 8 perunggu total 20 medali, sedangkan Kabupaten Ciamis berada di
peringkat ketiga dengan 8 emas, 5 perak dan 10 perunggu total 23 medali.
Ketua Setker KUNCI BERSAMA, Dian
Rachmat Yanuar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cirebon atas
keberhasilannya menjadi tuan rumah. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan, mulai
dari pembukaan hingga penutupan, berlangsung tertib, lancar, dan meriah.
"Kota Cirebon menunjukkan
bahwa kerja cerdas, kerja keras, dan kerja ikhlas akan menghasilkan capaian
terbaik. Tahun ini Kota Cirebon sukses sebagai penyelenggara sekaligus sukses
meraih prestasi. Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain, termasuk
Kabupaten Cirebon yang akan menjadi tuan rumah Porsenitas berikutnya,"
ujarnya.
Ia menegaskan, makna Porsenitas
tidak hanya sebatas kompetisi olahraga maupun pameran produk unggulan. Yang
lebih penting adalah ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun rasa saling
percaya, dan memperkuat kebersamaan antardaerah.
"Sepuluh daerah yang
tergabung dalam KUNCI BERSAMA memiliki potensi besar untuk tumbuh bersama.
Dengan saling melengkapi dan saling menguatkan, saya yakin kawasan ini akan
semakin maju dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Saya juga membawa
kesan yang sangat baik terhadap Kota Cirebon. Masyarakatnya ramah, kulinernya
luar biasa, dan penyelenggaraannya sangat baik," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon,
Effendi Edo melalui Sekretaris Daerah, Iing Daiman mengatakan bahwa Porsenitas
menjadi bukti kuatnya hubungan antardaerah yang selama ini telah terjalin,
meskipun masing-masing memiliki batas wilayah administratif.
"Interaksi yang terbangun
selama kegiatan ini menunjukkan bahwa kedekatan antardaerah tidak hanya
dibatasi oleh administrasi pemerintahan, tetapi juga oleh ikatan budaya dan
sosial yang sangat erat. Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan
apresiasi kepada seluruh kontingen yang telah menjaga semangat kebersamaan
selama kegiatan berlangsung," ungkapnya.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah
Kota Cirebon telah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh
peserta. Namun demikian, Sekda mengakui masih terdapat berbagai hal yang perlu
disempurnakan.
"Kami menyampaikan
permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan masih terdapat kekurangan, baik
dalam pelayanan, fasilitas, akomodasi maupun hal-hal teknis lainnya. Seluruh
masukan akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan kegiatan serupa di
masa mendatang dapat berjalan lebih baik," tuturnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dalam
KUNCI BERSAMA akan terus diperkuat, tidak hanya melalui olahraga dan seni,
tetapi juga melalui kerja sama pembangunan antardaerah. Menurutnya, berbagai
persoalan di kawasan perbatasan hanya dapat diselesaikan melalui komunikasi,
sinergi, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Sekda mengungkapkan
rasa syukur atas keberhasilan Kota Cirebon meraih gelar juara umum. Prestasi
tersebut, katanya, merupakan hasil kerja keras para atlet, pelatih, ofisial,
dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
"Pemerintah Kota Cirebon
akan terus melakukan pembinaan melalui berbagai ajang olahraga internal,
termasuk kompetisi dalam rangka peringatan Hari Korpri yang akan dimanfaatkan
sebagai sarana menjaring atlet potensial menuju Porsenitas XIV Tahun 2027 di
Kabupaten Cirebon," jelasnya.
Selain menghadirkan dampak
positif bagi pembinaan olahraga, penyelenggaraan Porsenitas XIII juga
memberikan manfaat bagi perekonomian daerah. Tingkat hunian hotel meningkat
signifikan selama kegiatan berlangsung, sementara berbagai pusat kuliner di
Kota Cirebon dipadati pengunjung.
Sekda menambahkan, geliat ekonomi
tersebut akan terus berlanjut seiring rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon
yang masih berlangsung hingga pertengahan Juli 2026. Sejumlah agenda telah
disiapkan, di antaranya Festival Bonsai, Festival UMKM, Festival Kuliner, serta
Night Run yang diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan menggerakkan
roda perekonomian masyarakat.
"Melalui penyelenggaraan
Porsenitas XIII, kami berupaya untuk terus memperkuat kerja sama regional,
mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membangun kebersamaan yang menjadi fondasi
pembangunan kawasan KUNCI BERSAMA," pungkasnya. (Nuh)