Warga Desa Surakarta lakukan bersih-bersih sungai |
CN – Pemerintah Desa Surakarta,
Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, bersama sejumlah instansi dan elemen
masyarakat melakukan aksi bersih-bersih Sungai Asam Jajar yang dipenuhi enceng
gondok dan kangkung liar pada, Minggu, 17 Mei 2026.
Plt Kuwu Desa Surakarta, Mita
Royani, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan sungai
sekaligus memperlancar aliran air bagi kebutuhan pertanian warga.
“Dalam rangka kebersihan Sungai
Asam Jajar, karena para petani juga membutuhkan aliran air agar tidak terhambat.
Sungainya juga jadi bersih, karena sebelumnya dipenuhi enceng gondok dan
kangkung liar,” ujar Mita Royani.
Menurutnya, pembersihan dilakukan
di sepanjang sekitar 500 meter aliran sungai yang masuk wilayah Desa Surakarta.
Material hasil pembersihan kemudian diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan
Hidup (DLH). “Kalau muatan pengangkut tidak mampu, sementara ditaruh di samping
dulu sambil dikeringkan,” katanya.
Selanjutnya Mita juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak
yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Diantaranya petugas Dinas PUTR, BPBD,
DLH, organisasi kepemudaan, perangkat RT/RW, hingga masyarakat Desa Surakarta. “Terima kasih kepada semua pihak yang sudah
ikut membantu. Semoga ke depan kita bisa bersama-sama menjaga sungai ini,
karena aliran sungai sangat penting bagi para petani,” ucapnya.
Mita menambahkan, setelah
pembersihan enceng gondok, ke depan direncanakan akan dilakukan normalisasi Sungai
Asam Jajar oleh Dinas PUTR.“Insya Allah bulan depan ada rencana dari Dinas PUTR
untuk membersihkan dan mengeruk Sungai Asam Jajar ini,” katanya.
Selain itu, ia juga mengimbau
masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Menurutnya, pemerintah desa
telah menyediakan tempat sampah dan memberikan sosialisasi kepada warga.“Sudah
ada himbauan juga agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya,” tuturnya.
Sungai Asam Jajar sendiri menjadi
akses aliran air yang vital bagi area pertanian di sejumlah desa, di antaranya
Desa Purawinangun, Desa Muara, Desa Karangreja, Desa Keraton, hingga Desa
Sirnabaya. “Perairannya sangat bermanfaat bukan hanya untuk Desa Surakarta,
tetapi juga desa-desa lain,” pungkasnya. (Din)