CN – Paguyuban Pelukis Cirebon menggelar Pameran Seni Lukis
Nasional bertajuk "Katarsis" di Gramedia Grage Mall, Rabu, 1 April
2026. Pameran ini menghadirkan karya-karya terpilih dari para seniman, sebagai
ruang ekspresi sekaligus refleksi atas dinamika batin dan kehidupan yang terus
bergerak.
Sejak hari pertama, pameran ini menarik perhatian pengunjung
dengan ragam karya yang tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga sarat makna.
Setiap lukisan seolah menjadi medium untuk menyampaikan cerita, tentang
kegelisahan, harapan, hingga upaya menemukan keseimbangan dalam diri.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir membuka kegiatan tersebut,
mengapresiasi tingginya kualitas karya yang ditampilkan. Ia menyebut pameran
ini sebagai bukti bahwa para pelukis, khususnya dari Kota Cirebon, memiliki
daya saing yang tidak kalah dengan daerah lain.
"Ya, hari ini saya menghadiri pameran lukisan tingkat
nasional, yang dihadiri oleh beberapa kota di Jawa Barat khususnya. Ada dari
Bogor, ada dari DKI, kemudian ada dari Solo, Surabaya juga ada, dan lain
sebagainya. Ternyata pelukis-pelukis di Kota Cirebon juga luar biasa,"
ujar Edo.
Ia juga menyoroti keberagaman teknik yang ditampilkan,
termasuk karya lukis berbahan kaca yang menunjukkan eksplorasi artistik para
seniman. Menurutnya, hal ini menjadi kekuatan tersendiri yang patut terus
dikembangkan."Ada lukisan dari kaca dan lain sebagainya. Yang dari Cirebon
tidak kalah bagus, luar biasa," lanjutnya.
Lebih jauh, Edo berharap kegiatan serupa dapat terus didorong
dan dikembangkan melalui dukungan perangkat daerah. Ia menegaskan komitmen
Pemerintah Kota Cirebon untuk mempromosikan potensi para pelukis lokal agar
semakin dikenal di tingkat yang lebih luas.
"Mudah-mudahan hal semacam ini juga bisa dikembangkan
lagi melalui dinas terkait, sehingga Pemerintah Kota bisa mempublikasi,
mensosialisasikan bahwa di Kota Cirebon pun ada pelukis-pelukis yang luar
biasa. Nanti di event-event tertentu, kita akan hadirkan para pelukis unggulan
Kota Cirebon di berbagai event di tingkat nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pelukis Cirebon, Guntur
Alibasao, menjelaskan bahwa tema "Katarsis" dipilih sebagai
representasi dari proses batin yang dialami setiap manusia, sekaligus menjadi
roh dari karya-karya yang dipamerkan.
"Tema pameran kali ini adalah Katarsis, yaitu proses
pelepasan segala perasaan batin, senang, sedih, takut, marah, dengan tujuan
pemurnian batin atau menjadi netral, sehingga kita menjadi segar secara jasmani
juga secara rohani," ungkapnya.
Melalui pameran "Katarsis", seni lukis tidak hanya
hadir sebagai karya visual, tetapi juga sebagai bahasa yang mampu menjembatani
rasa, mempertemukan perspektif, serta memperkaya kehidupan budaya Kota Cirebon
di tengah arus modernitas. Ia berharap pameran ini tidak hanya menjadi ajang
unjuk karya, tetapi juga ruang pertemuan antar seniman dari berbagai daerah
untuk saling bertukar gagasan dan memperluas jejaring.
"Kami berharap pameran ini dapat menjadi wadah bagi para
seniman, baik seniman dari Cirebon ataupun dari kota-kota yang lainnya, untuk
memamerkan karya-karya mereka dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap
seni lukis Kota Cirebon," tuturnya.
Guntur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang
telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk pihak Gramedia yang
menyediakan ruang pamer, serta Pemerintah Kota Cirebon atas dukungan dan
kehadirannya.
"Terima kasih untuk Gramedia yang bersedia memberikan
fasilitas dan tempat untuk kami berpameran. Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Wali Kota Cirebon yang telah berkenan membuka pameran ini secara
resmi. Kami berharap kehadiran Bapak Wali Kota dapat memberikan motivasi dan
inspirasi bagi para seniman dan masyarakat Kota Cirebon," tuturnya. (Nuh)