Astragraphia Gelar Operasi Katarak dan Bagikan 200 Kacamata Gratis di Indramayu

Astragraphia bersama Indramayu Eye Center menggelar operasi katarak gratis dan membagikan 200 kacamata bagi pelajar di Kabupaten Indramayu, Sabtu, 11 April 2026./Ist


CN - PT Astra Graphia (Astragraphia) bersama Indramayu Eye Center (IEC) menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan mata berupa operasi katarak gratis, pemeriksaan mata, edukasi kesehatan, serta pembagian 200 pasang kacamata bagi pelajar di Kabupaten Indramayu, Sabtu, 11 April 2026.

Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya melalui layanan kesehatan mata bagi pelajar dan warga lanjut usia kurang mampu.

Sejak pagi hari, ratusan peserta tampak memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti pemeriksaan mata. Para pelajar dari tingkat SD hingga SMA menjalani tes refraksi guna mengetahui kondisi penglihatan mereka, sementara pasien lanjut usia mendapatkan pemeriksaan lanjutan untuk tindakan operasi katarak.

Chief of Business Strategy & Development and Corporate Communications PT Astra Graphia Tbk, Satryo Dewandono, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada sektor kesehatan.

“Kesehatan mata sangat penting, karena penglihatan yang baik menjadi kunci produktivitas dan kualitas hidup. Melalui program ini, kami ingin membantu masyarakat mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini,” ujarnya.

Menurut Satryo, bantuan kacamata bagi pelajar menjadi solusi bagi anak-anak yang mengalami gangguan refraksi, sedangkan operasi katarak diharapkan mampu membantu masyarakat lanjut usia mendapatkan kembali kualitas penglihatannya.

“Dalam perjalanan menuju 50 tahun, Astragraphia percaya, pertumbuhan yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ini kami wujudkan melalui program CSR yang mencakup kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan,” jelasnya.

Pendiri Indramayu Eye Center, dr. Achmad Budi Utomo, menilai gangguan penglihatan masih menjadi persoalan kesehatan yang cukup tinggi di masyarakat. Ia menyebut banyak anak usia sekolah mengalami penurunan penglihatan, namun belum mendapatkan kacamata yang sesuai.

“Gangguan penglihatan masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar. Banyak anak usia sekolah mengalami penurunan penglihatan namun belum menggunakan kacamata yang sesuai, sementara pasien katarak juga masih banyak yang belum mendapatkan tindakan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kesehatan mata, tetapi juga berdampak pada proses belajar anak-anak serta kualitas hidup masyarakat secara umum.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan akses layanan kesehatan mata sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini,” tambah dr. Achmad.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 pelajar menerima kacamata gratis setelah menjalani pemeriksaan mata sejak 4 hingga 11 April 2026. Selain itu, operasi katarak juga diberikan kepada 10 pasien kurang mampu.

Salah satu penerima bantuan kacamata, Amanda (14), siswi SMP di Indramayu, mengaku terbantu dengan program tersebut. Sebelumnya, ia kerap kesulitan mengikuti pelajaran di kelas akibat gangguan penglihatan.

“Kalau duduk di belakang sering nggak kelihatan tulisannya, jadi harus maju atau tanya teman. Sekarang setelah dapat kacamata, jadi lebih jelas dan enak belajar,” ujarnya.

Amanda mengaku senang mendapatkan bantuan kacamata secara gratis karena selama ini belum sempat memeriksakan kondisi matanya secara khusus.

“Senang banget, jadi bisa belajar lebih fokus. Terima kasih buat Astragraphia yang sudah bantu,” katanya.

Selain layanan medis, kegiatan juga diisi edukasi kesehatan mata yang disampaikan oleh dr. Dexa Rivandi dan dr. Hadwer Wicaksono. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata di tengah tingginya penggunaan perangkat digital.

Kolaborasi antara Astragraphia dan IEC Indramayu diharapkan dapat membantu menekan angka gangguan penglihatan di daerah sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, perusahaan tidak hanya menghadirkan bantuan medis, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk menjalani aktivitas dengan kualitas penglihatan yang lebih baik.*