CN – Dinas Kesehatan (Dinkes)
Kabupaten Cirebon mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI)
campak di wilayah yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB). Sasaran yang tidak
mendatangi posyandu atau puskesmas akan langsung didatangi ke rumah.
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon,
Eni Suhaeni, turun langsung memantau kegiatan imunisasi tersebut. Ia
mengatakan, antusiasme masyarakat dalam mengikuti imunisasi cukup tinggi. “Alhamdulillah
hari ini kami dari Dinkes monitoring kegiatan ORI campak di Kecamatan
Ciwaringin, salah satunya di Desa Babakan Ciwaringin. Di desa ini sasarannya
236 balita, dan saya hadir di Pos 3 dengan sasaran 53 anak balita.
Alhamdulillah sejak pagi semua antusias,” ujar Eni. Sabtu, 9 Mei 2026.
Eni berharap seluruh sasaran
imunisasi di Desa Babakan Ciwaringin dapat tuntas dalam sehari. Namun, bagi
balita yang belum hadir karena sakit, petugas kesehatan akan melakukan penyisiran
langsung ke rumah warga. “Kalau ada yang sakit sehingga imunisasinya ditunda,
minggu depan akan di-sweeping oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Ciwaringin.
Petugas akan datang ke rumah-rumah balita yang belum hadir,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, Kecamatan
Ciwaringin menjadi salah satu dari empat kecamatan di Kabupaten Cirebon yang
ditetapkan sebagai wilayah KLB campak, selain Mundu, Greged, dan Sumber. “Di
Ciwaringin sendiri ada sembilan kasus positif campak. Saat ini sasaran ORI
mencapai 2.275 balita,” ungkap Eni.
Meski baru dimulai sejak 6 Mei
2026, capaian imunisasi di Kecamatan Ciwaringin disebut sudah mencapai 44
persen. “Alhamdulillah capaiannya sudah 44 persen. Ini tentu berkat kerja keras
semua pihak,” katanya.
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten
Cirebon hingga minggu ke-17 tahun 2026, tercatat ada 532 kasus suspek campak
dengan 51 kasus terkonfirmasi positif yang tersebar di sejumlah wilayah. Dinkes
pun terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar penyebaran campak tidak
semakin meluas.
“Teman-teman puskesmas bekerja
sama dengan kecamatan dan desa terus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Kalau ada anak sakit segera dibawa ke puskesmas, dan kalau sakit jangan dulu
masuk sekolah supaya tidak menularkan ke teman-temannya,” tuturnya.
Menurutnya, tingginya partisipasi
masyarakat tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari kecamatan,
desa, unsur TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama. “Bu Kapolsek,
Pak Danramil, Pak Kuwu juga hadir sejak subuh menyiapkan tempat. Tokoh
masyarakat dan tokoh agama juga ikut hadir mendukung kegiatan ini,” tutupnya. (Din)