CN – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon berupaya untuk terus
membangun sumber daya manusia unggul melalui pembukaan Pelaksanaan Ajang
Talenta Tahun 2026 yang meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade
Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Gala Siswa Indonesia (GSI), dan Festival Lomba
Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD dan SMP tingkat Kota Cirebon.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, di GOR
Bima, Senin, 27 April 2026.
Suasana pembukaan berlangsung semarak, menandai dimulainya
ajang yang bukan hanya menjadi ruang kompetisi bagi pelajar, tetapi juga wadah
pembinaan talenta dan karakter generasi muda Kota Cirebon. Dalam sambutannya,
Edo menegaskan bahwa ajang talenta tidak boleh dipandang sekadar agenda tahunan
seremonial, tetapi bagian dari strategi besar pembangunan manusia.
"Ajang talenta ini adalah investasi jangka panjang. Kita
sedang menyiapkan generasi yang unggul secara akademik, tangguh secara fisik,
dan kaya kreativitas. Anak-anak kita harus tumbuh menjadi generasi yang
holistik, karena tantangan masa depan menuntut lebih dari sekadar kecerdasan di
ruang kelas," tutur Edo.
Menurut Edo, kompetisi
seperti OSN, O2SN, GSI, dan FLS3N menjadi sarana penting untuk memetakan
potensi dan bakat siswa sejak dini. Pemerintah, lanjutnya, memiliki tanggung
jawab memastikan bibit-bibit unggul tersebut memperoleh ruang berkembang secara
berkelanjutan melalui pembinaan yang terarah.
Ia juga memberi semangat kepada seluruh peserta untuk
menjadikan kompetisi sebagai ruang belajar, bukan semata mengejar kemenangan.
"Tunjukkan kemampuan terbaik dengan semangat, kejujuran,
dan sportivitas. Prestasi adalah tujuan yang baik, tetapi proses belajar,
keberanian mencoba, dan semangat terus berkembang adalah nilai yang jauh lebih
penting," pesan Edo.
Kepada para guru dan pendamping, Wali Kota menitipkan peran
penting untuk terus membimbing peserta didik agar menikmati proses belajar dan
berkompetisi dalam iklim pendidikan yang sehat. Sementara kepada jajaran Dinas
Pendidikan, ia meminta ajang ini dievaluasi secara berkelanjutan dan hasilnya
dikelola sebagai basis data talenta muda Kota Cirebon.
"Saya ingin hasil Ajang Talenta ini terdokumentasi
dengan baik dan menjadi rujukan strategis dalam merumuskan kebijakan pembinaan
siswa ke depan. Jangan sampai ada potensi besar yang terlewat karena kurangnya
pembinaan atau akses," tegas Edo.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini,
menjelaskan Ajang Talenta menjadi ruang strategis untuk menggali sekaligus
menampilkan potensi terbaik peserta didik di bidang akademik, olahraga, seni,
dan sastra.
"Melalui kegiatan ini kita tidak hanya mencari siapa
yang terbaik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, disiplin, dan
sportivitas peserta didik. Inilah bagian penting dari pendidikan yang
utuh," ujar Kadini.
Ia menyebut, antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi dengan
keterlibatan siswa SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Cirebon. Untuk OSN
diikuti masing-masing 150 peserta jenjang SD dan SMP. FLS3N diikuti 146 peserta
SD dan 278 peserta SMP. O2SN melibatkan 60 peserta SD dan 280 peserta SMP,
sementara GSI diikuti 19 tim jenjang SMP.
Berbagai cabang lomba dipertandingkan, mulai dari Matematika,
IPA, dan IPS pada OSN, seni pertunjukan dan karya kreatif pada FLS3N
diantaranya cabang atletik, bulu tangkis, pencak silat, panjat tebing, senam
hingga renang pada O2SN, serta kompetisi sepak bola pelajar melalui GSI.
Kadini menambahkan, momentum peringatan Hari Kartini yang
bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya
semangat juang, keberanian, dan ketekunan bagi generasi muda.
"Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang lebih
berharga adalah pengalaman, proses, dan pembelajaran yang diperoleh. Dari sini
akan lahir generasi berprestasi sekaligus berkarakter," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru,
pendamping, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya
kegiatan, termasuk kolaborasi peserta jenjang SMA yang turut memberi warna pada
pembukaan Ajang Talenta tahun ini.
"Kami berharap dari ajang ini lahir lebih banyak talenta
yang kelak mampu mengharumkan nama Kota Cirebon di tingkat yang lebih tinggi,
sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan
masa depan," harapnya. (Nuh)