Polresta Cirebon amankan uang palsu |
CN – Jajaran Polresta Cirebon
amankan uang palsu senilai Rp12 miliar. Uang palsu tersebut nyaris beredar
menjelang libur hari raya Idulfitri.
Berdasarkan informasi yang berhasil
dihimpun, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang
diterima oleh jajaran Polresta Cirebon.“Jadi, berawal dari informasi
masyarakat, kemudian kita lakukan penangkapan,” tutur Kapolresta Cirebon,
Kombes Polisi Imara Utam, Selasa, 17 Maret 2026. Dari hasil penangkapan, terdapat satu orang
yang ditetapkan sebagai tersangka karena tertangkap tangan mencetak uang palsu.
Selain menangkap seorang
tersangka, Imara pun mengungkapkan pihaknya telah menyita berbagai barang bukti
mulai dari uang palsu yang sudah dipotong hingga lembaran uang yang masih dalam
proses pencetakan. Ada pun rinciannya yaitu sebanyak 607 lembar uang palsu
pecahan Rp 100 ribu, 100 lembar hasil cetakan uang palsu yang masih dalam
bentuk lembaran besar, serta 52 rim kertas doorslag yang masing-masing rim
berisi 500 lembar.
Selain itu, polisi juga
mengamankan satu dus lembaran uang palsu yang baru tercetak pada satu sisi
serta menyita berbagai alat produksi yang digunakan tersangka untuk mencetak
uang palsu. Di antaranya satu unit laptop, layar monitor, printer, mesin cetak
offset, mesin penghitung uang, alat pengikat uang, alat infrared, hingga
sejumlah peralatan cetak lainnya.
Selanjutnya Imara menambahkan
bahwa jika uang palsu tersebut sampai beredar di masyarakat, maka potensi
kerugian yang ditimbulkan sangat besar. “Jika uang ini tercetak dan beredar di
masyarakat, itu sejumlah Rp 12.000.000.000 atau dua belas miliar rupiah. Namun
alhamdulillah, untuk cetakan kali ini sebelum sempat beredar semuanya masih
utuh bisa kita tangkap dan kita amankan,” jelas Imara.
Imara pun mengungkapkan bahwa
pengungkapan kasus uang palsu ini sangat penting karena terjadi menjelang
momentum Lebaran ketika transaksi uang tunai di masyarakat meningkat tajam.
“Jika kami terlambat, ini akan menyebar di masyarakat dan itu sangat-sangat
merugikan masyarakat. Alhamdulillah kita bisa ungkap sebelum itu beredar.
Seperti rekan-rekan ketahui, menjelang Lebaran peredaran uang di masyarakat
cukup tinggi,” tutur Imara.
Sementara itu, Deputi Kantor
Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Himawan, mengapresiasi langkah cepat Polresta Cirebon yang berhasil
menggagalkan peredaran uang palsu dalam jumlah besar tersebut sebelum sempat
beredar di masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kerja cepat Polresta Cirebon
karena berhasil mencegah peredaran uang palsu dalam jumlah yang sangat besar
ini sebelum masuk ke tangan masyarakat,” tutur Himawan.
Sekilas, lanjut HImawan, uang
palsu tersebut memang terlihat menyerupai uang asli. “Kalau kita lihat secara
sekilas atau kasat mata, ini menyerupai uang asli,” tutur Himawan. Namun jika
kita teliti lebih lanjut dari sisi bahan, ini menggunakan kertas yang berbeda
dengan uang asli,” kata Himawan.
Dijelaskan Himawan, uang asli
dicetak menggunakan bahan khusus berbasis serat kapas, sedangkan uang palsu
yang disita tersebut menggunakan kertas biasa yang diproses agar menyerupai
ketebalan uang asli. Selain itu pelaku juga berupaya meniru berbagai unsur
pengaman pada uang asli, seperti benang pengaman hingga efek hologram
menggunakan mesin cetak offset. “Namun jika dilihat dari sudut pandang
tertentu, warnanya tidak berubah seperti pada uang asli yang memiliki fitur
optically variable ink,” tutur Himawan.
Selain itu, perbedaan uang asli
dan palsu juga terlihat saat uang diperiksa menggunakan alat bantu seperti
sinar ultraviolet. “Pada uang asli akan muncul pendaran cahaya pada nomor seri
dan beberapa ornamen. Sedangkan pada uang palsu ini, meskipun ada upaya meniru,
hasilnya tetap terlihat kasar dan tidak presisi”.
Selanjutnya Bank Indonesia
mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama menjelang Idulfitri
ketika transaksi uang tunai meningkat. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap
waspada dan selalu menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Jika menemukan uang yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian atau
bank terdekat,” katanya. (Hid)