Ono : Tidak Hanya di Cirebon, Kelapa Sawit juga Ditanam di Sejumlah Daerah di Jabar

 


Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono


CN –  Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, mengungkapkan bahwa penanaman kelapa sawit tidak hanya terjadi di Kabupaten Cirebon, tetapi juga mulai meluas ke sejumlah daerah lain di Jawa Barat.

Hal itu disampaikannya usai mengunjungi kebun kelapa sawit di Desa Cigombang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Senin, 5 Januari 2026.  Ono mengungkapkan bahwa  kebun sawit yang baru ditanam di Cirebon tersebut berada di lahan milik masyarakat dengan skema kemitraan perusahaan yang sama dengan daerah lain.

"Baru ditanam 400 batang di lahan seluas 2 hektare setengah milik masyarakat. Ternyata dengan kemitraan perusahaan yang sama, mereka juga sedang membuka di Kuningan, di Ciamis, di Garut," ungkap Ono.

Menurutnya, praktik serupa sebenarnya sudah lama berlangsung di beberapa wilayah Jawa Barat. Bahkan, ada kebun sawit yang telah berjalan bertahun-tahun tanpa pengawasan ketat. "Ada yang sudah ditanam sekian lama, beberapa tahun yang lalu, ya ada di Subang, ada di Sukabumi, ada di Bogor," kata Ono.

Ono menegaskan, keberadaan kelapa sawit di Jawa Barat  bertentangan dengan kebijakan pemerintah provinsi. Ia menilai surat edaran Gubernur Jawa Barat sudah sangat tegas melarang penanaman sawit dan memerintahkan alih fungsi tanaman. "Nah sehingga dengan surat edaran tersebut, sangat jelas, pelarangannya sangat jelas, dan setiap tanaman sawit harus dialih," tegasnya.

Ia menambahkan, alih fungsi tersebut bukan sekadar mengganti tanaman, melainkan harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah Jawa Barat yang tidak cocok untuk komoditas sawit.

Komoditas pengganti, kata Ono, harus dirancang secara terencana agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Menurutnya, kasus sawit ini menjadi pintu masuk untuk membenahi tata kelola perkebunan secara menyeluruh. "Diganti dengan komoditas yang sesuai  karakteristik Jawa Barat. Sehingga tentunya ini menjadi pintu masuk nih. Untuk bicara terkait dengan roadmap bagaimana rencana tata ruang perkebunan di Jawa Barat,” tutur Ono.

Selain sektor perkebunan, Ono juga menyinggung persoalan kehutanan dan maraknya alih fungsi lahan sawah yang berubah menjadi kawasan perumahan. "Terus kehutanan juga termasuk, termasuk terkait dengan penataan kawasan sawah yang beralih fungsi, yang banyak beralih fungsi menjadi perumahan," katanya.

Ia pun optimistis ke depan akan ada langkah konkret dari pemerintah provinsi bersama DPRD Jawa Barat untuk memperbaiki kebijakan tata ruang. "Nah sehingga ke depan saya yakin Gubernur dengan DPRD akan merevisi terkait dengan RTRW Jawa Barat," tutur Ono. (Din)