![]() |
Warga tengah melintas di tengah banjir di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. (Foto ilustrasi) |
CN
-- Sebanyak 23 tanggul yang tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Indramayu
dalam kondisi kritis.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Indramayu, Warhadi, menjelaskan Kabupaten Indramayu memiliki 45 tanggul sungai. “Dari jumlah tersebut ada sekitar 23 titik tanggul yang kini dalam kondisi kritis,” tutur Warhadi, Rabu, 26 November 2025. Sebanyak 23 tanggul yang kritis tersebut tersebar di tiga aliran sungai masing-masing Sungai Cimanuk, Sungai Cipanas dan Sungai Cibuaya. “Tapi tanggul kritis terbanyak ada di DAS Cimanuk,” tutur Warhadi.
Adapun 23 titik tanggul kritis tersebut diantaranya di Kecamatan Losarang dua titik dari Sungai Pangkalan dan Sungai Cipanas DAS Cibuaya, Kecamatan Terisi satu titik Sungai Cipanas DAS Kalicilet dan Kecamatan Lohbener satu titik Sungai Cimanuk.
Selain itu ada pula di Kecamatan Sukagumiwang dua titik Sungai Cimanuk, Kecamatan Jatibarang lima titik Sungai Cimanuk, Kecamatan Tukdana tujuh titik Sungai Cimanuk, Kecamatan Sindang satu titik Sungai Cimanuk, Kecamatan Terisi satu titik Sungai Cipanas, Kecamatan Lelea satu Titik Sungai Cibuaya dan Kecamatan Cikedung dua titik Sungai Cibuaya.
Sebenarnya, lanjut Warhadi, sejak 2022 hingga 2025, oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS Cimancis) sudah melakukan penanganan tanggul yang kritis. “Namun belum rampung seluruhnya dan tersisa 23 titik tanggul yang belum diperbaiki,” tutur Warhadi.
Tanggul Kritis Penyebab Banjir
Pada
kesempatan yang sama Warhadi pun menjelaskan bahwa sedimentasi dan tanggul
kritis selama ini menjadi penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Indramayu.
Namun untuk memperbaikinya menurut Warhadi merupakan kewenangan instansi
lainnya, bukan BPBD. “Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat yang tinggal
di sekitar tanggul kritis untuk meningkatkan kewaspadaan di musim penghujan
ini,” tutur Warhadi. Terutama saat hujan deras yang disertai dengan meningginya
debit air sungai. Jika terjadi kedaruratan terkait kondisi daerah aliran
sungai, Warhadi pun meminta untuk segera melaporkannya ke BPBD. (Nuh)
