Salah satu pedagang beras di Pasar Pagi, Kota Cirebon.Seiring dengan semakin banyaknya areal tanaman padi yang panen, harga beras turun tipis (foto dokumen)
CN – Harga beras di pasar tradisional di Kabupaten Indramayu alami
penurunan. Turunnya harga besar diprediksi karena sudah banyak daerah yang
memasuki masa panen.
Penurunan harga beras, sekalipun tidak turun drastis, menurut Jana seiring dengan semakin meluasnya wilayah panen padi di beberapa wilayah. “Sekarang dari wilayah utara sampai selatan di Indramayu ini sudah banyak yang panen,” tutur Jana. Meluasnya wilayah yang melakukan panen membuat stok gabah bertambah sehingga harga pun mengalami penurunan. Untuk harga gabah menurut Jana saat ini di kisaran Rp 7.500 per kilogram dari sebelumnya yang mencapai Rp 8.500 per kilogram. Turunnya harga gabah ini juga berdampak pada menurunnya harga beras.
Sekali pun harga beras mengalami penurunan, namun menurut Jana permintaan beras dari konsumen juga ikut turun. terutama pada beras kualitas medium. “Biasanya kami bisa menjual hingga lima kuintal beras per hari. Namun saat ini, penjualan berasnya hanya di kisaran dua kuintal per hari,” tutur Jana.
Jana pun mengaku tidak mengetahui alasan penurunan penjualan beras tersebut. “Mungkin ada beras lain yang lebih murah, seperti beras SPHP,” tutur Jana. Sedangkan untuk beras premium penjualannya masih stabil. “Apalagi beras premium di kios saya ini dibeli oleh pengelola dapur MBG. Setiap pekan, dapur MBG itu membeli sekitar tujuh kuintal beras premium,” tutur Jana. (Hid)