CN - Pemerintah Kota Cirebon melaksanakan pengangkatan, pemindahan, dan pengukuhan sebanyak 80 pejabat, termasuk pelantikan Iing Daiman sebagai Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Senin, 4 Mei 2026.
Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Effendi Edo tersebut menjadi bagian dari langkah penataan organisasi pemerintahan guna memperkuat efektivitas pelayanan publik serta mendukung percepatan pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Wali Kota Cirebon menegaskan, perombakan struktur birokrasi bukan sekadar rutinitas administratif. Menurutnya, penataan jabatan dilakukan untuk menyegarkan organisasi sekaligus memastikan setiap posisi diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
“Sebagai organisasi pemerintah, tanggung jawab kita sangat besar. Setiap posisi harus diisi oleh sosok yang tepat dengan kualifikasi yang relevan. Ini adalah kunci agar target pembangunan daerah bisa tercapai secara terukur dan nyata,” ujarnya.
Edo juga menekankan, seluruh proses penempatan jabatan dilakukan berdasarkan sistem merit dan evaluasi objektif terhadap kompetensi, kinerja, serta integritas pegawai.
“Saya perlu menegaskan, keputusan ini tidak didasarkan pada preferensi pribadi. Semuanya melalui evaluasi objektif atas kompetensi, kinerja, dan integritas. Kami berkomitmen menjaga profesionalisme birokrasi agar terhindar dari praktik-praktik yang tidak relevan dengan kebutuhan organisasi,” katanya.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Wali Kota menitipkan tiga pesan utama, yakni percepatan adaptasi berbasis data, penguatan kolaborasi lintas perangkat daerah, serta menjaga integritas di tengah tingginya pengawasan publik terhadap birokrasi pemerintah.
Khusus kepada Sekretaris Daerah yang baru dilantik, Edo menaruh harapan besar agar mampu menjadi penggerak utama koordinasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.
“Sekda punya tanggung jawab besar sebagai koordinator. Pastikan seluruh perangkat daerah berjalan dalam satu visi, efisien dalam anggaran, dan tegas dalam memimpin jalannya roda birokrasi,” tuturnya.
Usai pelantikan, Iing Daiman mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menyebut jabatan Sekretaris Daerah bukan hanya bentuk kepercayaan pimpinan, tetapi juga tanggung jawab besar kepada masyarakat Kota Cirebon.
“Saya sangat bersyukur atas rida Allah SWT dan kepercayaan dari Pak Wali serta Bu Wakil. Sebagai staf, tugas utama saya adalah memastikan visi misi pimpinan tercapai. Namun, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Saya mengajak seluruh elemen, termasuk rekan-rekan jurnalis, untuk bersinergi dan berkolaborasi,” ungkap Iing.
Ia mengaku telah menyiapkan sejumlah fokus utama dalam menjalankan tugas sebagai Sekretaris Daerah. Salah satunya ialah penguatan kelembagaan dan konsolidasi internal perangkat daerah agar koordinasi pemerintahan berjalan lebih efektif.
Selain itu, Iing juga menyoroti tantangan keterbatasan jumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon. Menurutnya, kondisi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan kinerja aparatur.
“Kita tidak bisa hanya mengeluh soal keterbatasan jumlah ASN. Pilihannya adalah terus meningkatkan kinerja seperti yang ditekankan Pak Wali Kota,” jelasnya.
Fokus lain yang menjadi perhatian ialah kondisi fiskal daerah yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan cukup berat. Karena itu, ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk menghadirkan kreativitas dan inovasi dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mencari alternatif pembiayaan pembangunan.
“Dengan skema kreatif dan inovatif, kita berharap dapat mengakselerasi pembangunan yang telah direncanakan, demi kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon yang lebih baik,” pungkasnya.
Pelantikan puluhan pejabat tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan birokrasi Pemerintah Kota Cirebon agar semakin adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tengah tantangan pembangunan yang terus berkembang.*(Jr)
