Antrian Panjang Kendaraan Terjadi Menuju Konser Dede April


Antrian kendaraan menuju lokasi konser Dede April di Kecamatan Pabedilan


CN – Antusiasme masyarakat menghadiri konser Dede April, penyanyi dangdut jebolan Dangdut Academy, menyebabkan kemacetan lalu lintas dari dua arah di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dede April menggelar konser di lapangan Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon sore ini, Jumat, 2 Januari 2026. Kepadatan dari dan menuju lokasi konser atau dari arah Ciledug menuju Losari maupun sebaliknya, dengan panjang antrean mencapai sekitar dua kilometerpun terjadi. Kemacetan mulai terasa ketika arus kendaraan dari kedua arah bertemu di jalur sempit menuju lokasi konser. Volume kendaraan yang meningkat drastis membuat laju lalu lintas hanya bisa bergerak merayap, sehingga pengendara harus mengantre cukup lama di sepanjang ruas Jalan Panjaitan.

Kepadatan kendaraan didominasi oleh sepeda motor dan mobil pribadi yang hendak menuju lokasi konser. Kondisi ini memaksa sebagian pengendara sepeda motor memilih putar balik dan mencari jalan alternatif. Sementara itu, sejumlah pengemudi kendaraan roda empat terlihat bertahan di jalur utama sambil menunggu arus lalu lintas kembali bergerak.

Kemacetan mulai terpantau di tikungan Desa Dukuh Widara. Di titik ini, arus kendaraan dari dua arah saling bertemu dan menyebabkan penyempitan ruang gerak kendaraan. Akibatnya, arus lalu lintas semakin melambat dan memicu penumpukan kendaraan.

Situasi semakin padat di pertigaan Desa Pasuruan arah lapangan bola Pasuruan yang menjadi lokasi konser Dede April. Tidak hanya di jalan utama, kemacetan juga merembet ke jalan-jalan alternatif dan gang-gang kecil yang biasa digunakan warga untuk menghindari kepadatan.

Salah seorang pengendara sepeda motor yang terjebak kemacetan memilih memutar arah karena kondisi jalan dinilai sudah tidak memungkinkan untuk dilalui. “Macet parah, putar balik saja mas,” teriaknya sambil memberi isyarat kepada pengendara sepeda motor lain agar tidak terus memaksakan melaju ke depan.

Pengendara sepeda motor lainnya, Rudi, mengaku tidak menyangka kemacetan akan terjadi sepanjang itu. Ia akhirnya memutuskan mengubah rute perjalanan agar tidak terjebak lebih lama. “Saya mau ke Losari, tapi jalannya merayap," ujarnya.

Sementara itu, seorang warga Desa Dukuh Widara yang ikut membantu mengarahkan kendaraan di jalur alternatif menyebut kemacetan sudah terjadi sejak siang hari. “Dari sini ke lokasi lapangan sekitar satu kilometer," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Jalan Panjaitan dan sejumlah jalur alternatif di Kecamatan Pabedilan masih terpantau padat. Pengendara diimbau untuk menghindari jalur menuju lokasi konser dan menggunakan rute lain guna mengurangi kepadatan lalu lintas. (Din)