Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala |
CN -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk merealisasikan anggaran yang masih tersisa tahun ini. “Penyerapan ini pasti berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. Dengan kegiatan yang berjalan, upah tenaga kerja berjalan maka UMKM di sekitar pekerjaan juga berjalan,” tutur Hendra, Minggu, 7 Desember 2025. Untuk itu, Hendra meminta bagi SKPD untuk tidak terus mengulur waktu dalam penyerapan anggaran. “Segera realisasikan anggaran 2025 yang masih tersisa,” tutur Hendra. Pada kesempatan yang sama Hendra pun menjelaskan bahwa pada 2026 mendatang Pemkab Cirebon akan fokus melakukan penanganan dan pengerjaan infrastruktur. “Walaupun dalam kondisi fiskal yang kurang sehat akibat pengurangan dana transfer, namun anggaran untuk DPUTR yang paling besar dalam belanja modal. Sekitar Rp 280 miliar,”tutur Hendra. Anggaran yang besar untuk perbaikan infrastruktur, baik jalan maupun jembatan menurut Hendra merupakan bentuk perhatian dari pemerintah daerah untuk warga Cirebon. Bahkan, lanjut Hendra, pihaknya sudah melakukan tender dini agar pengerjaan infrastruktur bisa dimulai awal tahun depan. “Sekarang sudah ada 31 titik tender dini, dan minggu ini sudah mulai tayang pengumuman lelangnya,” tutur Hendra. Melalui lelang dini ini Hendra berharap per 1 Januari 2026 mendatang pekerjaan sudah bisa dilaksanakan. Kondisi ini menurut Hendra bisa mempercepat realisasi belanja tahun anggaran 2026. Sementara itu Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon, Sunanto, menjelaskan bahwa seluruh paket pekerjaan untuk 2026 sudah memasuki proses lelang pekan ini. “Proses lelang proyek infratruktur mengalami perubahan besar,” tuturnya. Jika biasanya proses lelang dilakukan pada April di tahun anggaran, tahun ini proses lelang dilakukan lebih awal alias lelang dini untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cirebon. (Ris)