Banjir di Losari, Kabupaten Cirebon |
CN -- Luapan Sungai Cisanggarung membanjiri
permukiman warga di Desa Barisan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, pada
Kamis, 12 Februari 2026 dini hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun,
hujan deras di daerah hulu membuat Sungai Cisanggarung meluap. Tingginya debit
air membuat sungai tidak mampu lagi
menampung hingga akhirnya air masuk secara cepat hingga merendam puluhan rumah
warga di Desa Barisan, Kecamatan Losari, khususnya di Blok Pon.
Warga setempat, Hengki,
mengatakan air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu,
ketinggian air masih relatif rendah. "Awalnya air mulai masuk itu
ketinggiannya sekitar semata kaki," ungkapnya, Jumat,a 12 Februari
2026. Namun dalam waktu singkat, air
naik dengan sangat cepat. Sekitar pukul 02.30 WIB, ketinggian air sudah
mencapai kurang lebih 50 sentimeter dengan arus yang cukup deras. Kondisi
tersebut membuat warga panik karena air terus bertambah.
Hengki menyebut air baru mulai
surut sekitar pukul 07.00 WIB. Meski begitu, genangan masih tersisa di dalam
rumah sehingga warga belum bisa langsung membersihkan. "Mulai surut itu
sekitar pukul 07.00 WIB, tapi di rumahnya masih ada air sehingga belum bisa
dibersihkan," ungkap Hengki.
Warga lain yang rumahnya berada
di dekat tanggul menceritakan, air datang dengan sangat kuat hingga menjebol pintu
bagian belakang bangunan. "Air itu datang dengan keras, pintu saya jebol
yang bagian belakang. Saya langsung buka pintu bagian depan agar air keluar.
Namun masih beruntung dinding tidak jebol," ujarnya. Meski kerusakan hanya
terjadi pada pintu, banyak barang milik warga hanyut terbawa arus luapan air.
Kapolsek Losari, AKP Sugiono,
menyampaikan bahwa banjir tersebut merendam sekitar 50 rumah warga di Blok Pon.
"Rumah warga yang terendam sekitar 50 rumah di Blok Pon," tegasnya.
Ia menjelaskan, luapan terjadi
sekitar pukul 02.00 WIB di wilayah RT 16, 17, dan 18 RW 06 Desa Barisan. Saat
ini, kondisi air berangsur surut dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.
Sugiono menambahkan, berdasarkan
informasi dari instansi terkait, luapan air berasal dari wilayah Bendungan
Cijengkelok. Debit air yang meningkat drastis membuat tanggul tidak mampu
menahan aliran. "Luapan airnya melebihi daripada debit yang ada di mercu,
sekitar 250 standar normalnya, tadi malam mencapai 700 cm," jelasnya.
Pihak kepolisian bersama unsur
lintas sektoral telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk
berkoordinasi dengan proyek peninggian tanggul Sungai Cisanggarung untuk
pemasangan karung pasir sebagai penahan sementara. Selain itu, dua unit
ekskavator juga disiapkan untuk antisipasi dampak lanjutan.
Koordinasi juga dilakukan dengan
PLN untuk memastikan gardu induk di wilayah Barisan tetap aman. Hingga saat
ini, kondisi kelistrikan dilaporkan masih terkendali.
Sugiono menyebut, selain Desa
Barisan, terdapat dua desa lain di Kecamatan Losari yang turut terdampak, yakni
Desa Mulyasari dan Losari Kidul. Namun di dua wilayah tersebut, air berasal
dari rembesan tanggul, bukan luapan langsung sungai. Saat ini, petugas masih
terus melakukan pendataan serta pemantauan kondisi warga terdampak banjir.