Kasat Reskrim, Kompol I Putu Ika Prabawa |
CN – Polresta Cirebon tegaskan
tidak ada pelajar yang meninggal dunia dalam peristiwa konvoi puluhan pelajar
yang sempat meresahkan masyarakat.
Berdasarkan kabar yang beredar seorang pelajar yang diduga terlibat geng motor di Kabupaten Cirebon sempat memicu ketegangan dan nyaris menyulut aksi balasan warga. Informasi yang beredar luas di media sosial itu menyebutkan adanya korban tewas setelah diamankan warga pada Senin, 9 Februari 2026.
Namun setelah ditelusuri, kabar tersebut dipastikan tidak benar. “Kami pastikan tidak ada yang meninggal dunia. Data korban yang masuk rumah sakit sudah kami pantau semuanya,” ujar Kasat Reskrim, Kompol I Putu Ika Prabawa Kartima Utama, pada Rabu, 11 Februari 2026. Berdasarkan pendataan yang dilakukan kepolisian, terdapat tujuh pelajar yang sempat mendapatkan penanganan medis usai kejadian. "Yang masuk rumah sakit itu ada tujuh orang. Enam sudah pulang dan satu masih dirawat,” tutur Putu. .
Satu pelajar yang masih menjalani perawatan diketahui dirawat di RSUD Plumbon, Kabupaten Cirebon. Polisi memastikan kondisi korban terus dipantau secara rutin. “Kami pantau terus tiap hari. Jadi informasi yang menyebut ada pelajar meninggal itu tidak benar,” jelas Putu.
Sebelumnya, isu kematian pelajar ramai menyebar melalui media sosial dan grup percakapan warga. Narasi yang beredar bahkan disertai kalimat provokatif yang memancing emosi masyarakat. “Darah dibalas darah,” potongan percakapan mencuat di tengah masyarakat. Akibat informasi tersebut, warga dari Kecamatan Ciwaringin disebut sempat tersulut emosi dan berencana mendatangi warga Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, yang dituding terlibat pengeroyokan.
Berdasarkan informasi tersebut, Polisi kemudian bergerak cepat melakukan klarifikasi dan pengecekan data guna mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas. “Makanya kami lakukan kroscek ke berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan dan desa, supaya datanya sinkron dan tidak simpang siur,” kata Putu.
Selain kabar kematian seorang pelajar Kecamatan Ciwaringin, beredar juga video yang memperlihatkan sepeda motor dibakar di lokasi kejadian dengan posisi tumpang-tindih. Dalam rekaman tersebut terlihat api menyala besar di tengah malam, disaksikan warga sekitar. Kabar pembakaran sepeda motor tersebut dibenarkan oleh Polisi, sepeda motor tersebut diduga milik pelajar yang terafiliasi geng motor. “Informasi motor dibakar itu memang ada dan saat ini masih kami dalami,” ungkap Putu.
Jumlah kendaraan yang terlibat konvoi cukup banyak sehingga polisi masih melakukan pendataan. "Jumlah kendaraan mereka cukup banyak, sekitar 50 sepeda motor. Kami masih lakukan pendataan berapa yang terdampak,” ucap Putu.
Peristiwa pembakaran sepeda motor ya g diduga milik pelajar tersebut terjadi di salah satu desa di Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon. Hingga kini, polisi masih melakukan apakah pembakaran tersebut dilakukan secara sengaja atau bukan (Din)