Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon memberikan dukungan atas
hadirnya Yayasan KolaborAksi Kebaikan Indonesia sebagai mitra strategis dalam
menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan.
Peran yayasan ini dinilai krusial, yakni untuk mengisi
celah-celah yang mungkin belum terjangkau sepenuhnya oleh program pemerintah
melalui fleksibilitas dan inovasi gerakan sosialnya. Kehadiran lembaga ini juga
diharapkan mampu bergerak lebih lincah untuk menyentuh sisi-sisi sosial yang
sering kali membutuhkan respons cepat dan pendekatan yang lebih personal.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida
Rosmawati saat menghadiri soft launching Yayasan KolaborAksi Kebaikan Indonesia,
di Aula RRI Cirebon, Minggu, 22 Februari 2023. Soft launching ini menandai fase baru bagi gerakan yang awalnya
lahir dari komunitas mahasiswa. Wakil Wali Kota memandang transisi ini sebagai
potret nyata dari evolusi kepedulian masyarakat. Menurutnya, tantangan zaman
sekarang sudah terlalu kompleks untuk diselesaikan dengan cara-cara
konvensional atau bekerja secara parsial di dalam sekat-sekat organisasi yang
kaku.
"Transformasi Kolaborator Kebaikan ID (KKID) menjadi
sebuah Yayasan dengan badan hukum yang jelas adalah langkah visioner. Ini
menunjukkan bahwa semangat berbagi yang selama ini bersifat organik, kini naik
kelas menjadi gerakan yang lebih terorganisir, akuntabel, dan
berkelanjutan," ujar Farida.
Farida juga menekankan bahwa legalitas dan tata kelola yang
baik adalah fondasi utama agar sebuah gerakan sosial dapat meraih kepercayaan
publik serta mitra strategis
Nama "KolaborAksi" sendiri dipandang bukan sekadar
singkatan, melainkan sebuah filosofi pembangunan modern. Wakil Wali Kota
mengingatkan pentingnya konsep Pentahelix, di mana pemerintah, akademisi, dunia
usaha, masyarakat, dan media harus bersatu padu.
"Kami berharap yayasan ini menjadi jembatan yang
menghubungkan niat baik para donatur dengan aksi nyata di lapangan, sehingga
anak muda Kota Cirebon tidak lagi hanya menjadi penonton perubahan, melainkan
aktor utama dalam pemberdayaan ekonomi dan pendidikan," harapnya.
Selanjutnya Farida juga menitipkan pesan khusus kepada founder
KKID dan seluruh tim agar terus merangkul lebih banyak tangan. Ia percaya bahwa
esensi dari kebaikan adalah sifatnya yang eksponensial, artinya semakin besar
saat dibagikan dan akan semakin kuat saat dikerjakan secara kolektif. "Pemerintah
Kota Cirebon berkomitmen untuk terus membuka pintu kolaborasi bagi
inisiatif-inisiatif anak muda yang membawa semangat pembaruan seperti
ini," tuturnya.
Founder & CEO Kolaborator Kebaikan ID, Omar Qad Panity,
menceritakan perjalanan emosional gerakan ini dengan nada yang rendah hati. Ia
mengaku tidak pernah membayangkan komunitas yang ia rintis bersama
rekan-rekannya semasa kuliah kini bisa tumbuh menjadi lembaga formal. Niat
awalnya sederhana, mahasiswa tidak boleh hanya berdiam diri di ruang akademik,
tetapi harus berani turun tangan berkontribusi langsung kepada masyarakat di
luar kelas.
"Kita saling bersinergi untuk satu visi yaitu semangat
menebar kebaikan. Karena tagline kami jelas yaitu Kini Saatnya Kolaborasi, Kini
Waktunya Tebar Kebaikan," ungkap Omar.
Baginya, status yayasan ini adalah tanggung jawab baru untuk
memperluas jangkauan manfaat tanpa membatasi golongan tertentu, menyesuaikan
dengan kebutuhan riil masyarakat dan ketersediaan mitra. Omar menambahkan,
bulan Ramadan juga akan menjadi momentum strategis bagi yayasan untuk
memperkuat kontribusi sosial. Agenda padat telah disiapkan untuk memastikan
setiap hari di bulan Ramadan terisi dengan aktivitas yang berdampak nyata.
Program-program ini merupakan penyempurnaan dari aksi sosial yang sebenarnya
telah konsisten dijalankan selama lima tahun terakhir saat masih berbentuk
komunitas.
"Ada Pesantren Ramadan, Jumat Berkah, berbagi takjil,
hingga aksi clean up bersama mitra. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran
yayasan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh lingkungan sekitar, bukan
sekadar seremoni legalitas belaka," tambah Omar. (Ris)