![]() |
| Pelatihan Pendamping Anak Berkebutuhan Khusus di Graha Pancaniti Kecamatan Kesambi, Selasa, 12 Mei 2026./Ist |
CN – Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan ramah bagi seluruh anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK/Inklusi) yang dibuka langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, di Graha Pancaniti Kecamatan Kesambi, Selasa, 12 Mei 2026.
Pelatihan yang diikuti 132 peserta dari unsur SD, PAUD, Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), dan Tempat Penitipan Anak (TPA) se-Kecamatan Kesambi itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler.
Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengapresiasi langkah Kecamatan Kesambi yang berinisiatif menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bukti kepedulian bersama agar seluruh anak di Kota Cirebon mendapatkan hak pendidikan yang setara tanpa terkecuali.
“Pendidikan inklusi bukan hanya soal kebijakan administratif menempatkan anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Lebih dari itu, inklusi adalah perubahan cara pandang kita sebagai masyarakat dalam menerima keberagaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan inklusif merupakan upaya membangun lingkungan belajar yang menghargai setiap anak tanpa memandang keterbatasan fisik maupun mental. Menurutnya, keberhasilan dunia pendidikan saat ini tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam merangkul keberagaman peserta didik.
“Kita ingin menciptakan sekolah yang benar-benar ramah bagi semua anak. Setiap anak harus merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi unik yang dimilikinya,” katanya.
Edo juga memberikan apresiasi kepada para guru dan pendamping yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. Ia menilai tugas mendampingi anak berkebutuhan khusus membutuhkan kesabaran, kreativitas, dan empati yang tinggi.
“Saya memahami tugas para pendidik di sekolah inklusi bukan hal yang mudah. Karena itu, pelatihan ini penting untuk memperkuat kapasitas intelektual maupun teknis para guru agar semakin siap menghadapi tantangan di lapangan,” ungkapnya.
Menurutnya, sekolah merupakan miniatur kehidupan masyarakat. Ketika anak-anak tumbuh bersama dalam lingkungan yang inklusif sejak dini, maka akan lahir generasi yang lebih toleran, empatik, dan menghargai sesama.
“Inilah investasi jangka panjang yang sedang kita bangun bersama. Pendidikan inklusif bukan hanya tentang proses belajar di sekolah, tetapi juga tentang membentuk karakter masyarakat Kota Cirebon yang lebih terbuka dan saling menghormati,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Kesambi, Eko Budiyanto, menjelaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, khususnya terkait layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk memperoleh pendidikan yang layak, termasuk melalui sekolah reguler yang menerapkan sistem pendidikan inklusif.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman sekaligus kapasitas para guru pendamping dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif di sekolah masing-masing. Harapannya, layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Kesambi dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi antarpendidik untuk saling berbagi pengalaman dan tantangan selama mendampingi anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah.
“Harapannya kegiatan ini mampu memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif, sehingga seluruh anak di Kota Cirebon dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan setara,” tuturnya.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berharap kualitas layanan pendidikan inklusif terus meningkat, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memperoleh pendidikan yang bermutu.*(Jr)
